Home > METRO BERITA > Puncak Cuaca Ekstrem, Jalur Pantura Jateng Diterjang Banjir Bandang

Puncak Cuaca Ekstrem, Jalur Pantura Jateng Diterjang Banjir Bandang

METROSEMARANG.COM – Memasuki puncak cuaca ekstrem pada pertengahan bulan ini, membuat sejumlah daerah di sepanjang jalur pantai utara Jawa Tengah diterjang banjir bandang berskala tinggi.

Banjir di wilayah Tlogosari, Semarang, Selasa (14/2) pagi. Foto: metrosemarang.com/ade kristandi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan banjir terparah menghantam ujung wilayah Kabupaten Pati, lalu Kudus serta Tegal. Bahkan, wilayah Kota Semarang juga tak luput dari terjangan banjir.

Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan di Pati banjir memaksa sebagian warga setempat diungsikan ke tempat yang aman. Petugas BPBD telah merelokasi korban banjir Pati ke empat titik pengungsian.

Warga, kata Sarwa, dipindahkan ke balai-balai desa dan sebagian lagi menginap di rumah saudara. “Tapi bila setiap saat terjadi cuaca buruk, maka mereka juga wajib mengungsi dulu,” kata Sarwa kepada metrosemarang.com, Selasa (14/2).

Sedangkan di Kota Kretek Kudus, tiga titik pengungsian telah dibangun untuk menampung para korban banjir. Mereka juga ada yang membuat tempat pengungsian secara mandiri yang dibantu warga. Untuk jumlah korban secara keseluruhannya masih dalam pendataan.

Di Kabupaten Tegal, banjir disertai retakan tanah berskala besar juga membuat warganya menyelamatkan diri ke lokasi pengungsian.

Untuk mengatasi banjir di tiga kabupaten tersebut, Sarwa menyatakan telah mengirim bantuan logistik ke sana. Dirinya juga sudah membangun pos-posko darurat serta menggelontorkan dana siap pakai kebencanaan.

“Dari Jakarta, pencairan dana siap pakai senilai Rp 8,7 Miliar, telah ditransfer 50 persen, dan kini tiga wilayah itu dapat bantuan dana bervariasi sesuai kebutuhannya ada yang Rp 50 juta, hingga 150 juta,” ungkapnya.

Lain halnya di Semarang. Hujan lebat yang terus-menerus mengguyur sejak dua hari terakhir mengakibatkan muka air Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), semalam meluap. Ini membuat rumah-rumah warga di dekat bibir sungai terendam banjir.

“Kita pantau banjirnya sejak semalam muncul di sekitar BKT, Jalan Gajah dan sekitar Gayamsari,” katanya.

Cuaca ekstrem juga membuat dua rumah roboh tertimpa longsoran tanah. Lokasinya di Perumahan Dinar, Kelurahan Pudakpayung. “Kita dapat laporan satu terluka langsung dibawa ke RS Elisabeth,” tuturnya.

Ia memperkirakan puncak cuaca ekstrem terjadi hingga pertengahan Februari, sehingga hampir semua wilayah terkena imbasnya. “Kita minta semua warga waspada akan perubahan cuaca di bulan ini, harus berhati-hati kalau hujan lebat di jalan raya,” tukasnya. (far)

Tinggalkan Balasan