Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Pungli Perhutani Merebak, Petani Pati Lapor Ombudsman

Pungli Perhutani Merebak, Petani Pati Lapor Ombudsman

METROSEMARANG.COM – Sejumlah petani asal Desa Gesengan Kabupaten Pati mengaku resah dengan adanya praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan pegawai Perhutani di desanya. Pasalnya, selain dianggap memberatkan, Perhutani juga mengintimidasi mereka hingga ketakutan.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Sistem intimidasinya sangat masif. Ada tangan-tangan LSM yang mempengaruhi Perhutani. Kita sering diancam tanaman dan rumahnya mau dirusak. Bahkan kita akan dilaporkan polisi,” ungkap Suyanto, seorang petani di Desa Gesengan Pati, Selasa (25/10).

Menurutnya terdapat sedikitnya 2.000 petani yang jadi korban pungli Perhutani. Jumlah ini merata di seluruh desanya yang menggantungkan hidupnya pada lahan garapan milik Perhutani.

Ia menyatakan pungli yang kerap dibebankan kepadanya kini kian memberatkan karena nilainya telah mencapai Rp 4,3 juta per hektar. “Itu berlaku tiga bulan terakhir,” katanya. Padahal, kata Suyanto sebelumnya hanya ditariki Rp 250 ribu per hektar.

Ia menganggap Perhutani telah bertindak sewenang-wenang dengan menekan rakyat kecil. “Saya keberatan sekali apalagi Perhutani kan BUMN. Saya ingin mereka diseret ke pengadilan,” ujarnya.

Sabarudin Hulu, Plt Ombudsman Jateng mengendus adanya praktek pungli yang telah dilakukan masif oleh Perhutani di Desa Gesengan. Karena itulah, ia mengaku segera melakukan investigasi terkait laporan kasus ini hingga seminggu ke depan.

“Kami akan tetap lindungi masyarakat dari kasus ini. Kami dalam waktu dekat memeriksa dokumen pengaduan lalu menemui Perhutani. Ini tidak bisa dibiarkan karena sudah meresahkan ribuan petani di Pati,” tegasnya. (far)