Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Punya Yao Rudy, Persiwa Juga Pernah Terjegal di Kandang

Punya Yao Rudy, Persiwa Juga Pernah Terjegal di Kandang

 

Yao Rudy (45) bakal menjadi teror pertahanan PSIS di fase 8 besar. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia
Yao Rudy (45) bakal menjadi teror pertahanan PSIS di fase 8 besar. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia

SEMARANG – Persiwa Wamena menjadi salah satu lawan yang siap menjegal ambisi PSIS di fase 8 besar. Bersama top skor sementara Divisi Utama Yao Rudy Abblude, tim yang diarsiteki Mahmudiana ini punya lini serang yang cukup menakutkan.

Persiwa lolos sebagai wakil Grup M bersama Pusamania Borneo FC. Di perempatfinal, pasukan Badai Pegunungan menjadi satu-satunya kontestan yang berasal dari luar Jawa yang tergabung di Grup N. Selain PSIS, dua tim lainnya adalah PSS Sleman dan PSGC Ciamis.

Dari sisi teknis, tim yang bermarkas di Stadion Pendidikan Wamena itu sebenarnya tidak terlalu istimewa. Di paruh pertama putaran grup, Persiwa sempat terseok-seok dan harus menelan dua kekalahan di tujuh laga awal. Tapi, sejak kehadiran Yao Rudy di awal putaran kedua, permainan Edison Romaropen dkk mulai membaik.

Yao Rudy yang didatangkan dari Persipur diplot untuk menggantikan sesama striker Afrika Marc Orland Etogou. Hanya empat gol bersama Persipur, penyerang Liberia itu langsung menggila bersama Persiwa. Sudah 13 gol dia buat dari 13 pertandingan sejak berseragam hijau-hitam, atau total 17 gol dan terbanyak di antara pemain-pemain Divisi Utama musim ini.

Kedatangan pemain 21 tahun itu juga mampu mendongkrak produktivitas koleganya Sengbeh Kennedy. Sebelum Yao bergabung, Sengbeh yang juga berasal dari Liberia, tak satupun menjaringkan gol ke gawang lawan. Eks penggawa klub Liga Malaysia Darby FC itu mulai rajin bikin gol di paruh kedua dan hingga kini sudah mendonasikan sembilan gol untuk Persiwa.

Selain itu, Persiwa juga punya keuntungan non-teknis berupa letak geografis Wamena yang berada di dataran tinggi dengan kadar oksigen tipis. Kondisi ini tentu saja bakal sangat menguras fisik pemain, khususnya tim tamu. Belum lagi dengan kondisi saat pertandingan, termasuk teror penonton hingga perangkat pertandingan.

Tapi, bukan berarti PSIS tak berpeluang mencuri angka di Wamena. Terbukti, Persinga Ngawi sanggup melakukannya. Saat menyambangi Stadion Pendidikan di fase 16 besar, Djaledjete Bedalbe dkk mampu memaksakan hasil imbang 3-3. Itulah satu-satunya kegagalan Persiwa menuai poin penuh di kandang sendiri dari 10 pertandingan yang dimainkan di Stadion Pendidikan. (*)