Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Raih Lisensi FLEGT, Indonesia Lebih Mudah Pasarkan Kayu di Uni Eropa

Raih Lisensi FLEGT, Indonesia Lebih Mudah Pasarkan Kayu di Uni Eropa

METROSEMARANG.COM – Parlemen Eropa telah menyetujui usulan Komisi Eropa tentang pengakuan Lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) bagi Indonesia pada 9 Agustus 2016. Sebagai tindak lanjut keputusan tersebut, pada 18 Agustus 2016, Komisi Eropa telah menerbitkan regulasi Uni Eropa yang mengakui bahwa Indonesia telah memenuhi persyaratan dalam kerangka Undang-undang Perdagangan Uni Eropa (EU Trade Regulation) dan Perjanjian Sukarela (Voluntary Partnership Agreement) yang ditandatangani antara Indonesia dan Uni Eropa pada tahun 2013.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Putera Parthama memberikan keynote speaker sosialisai FLEGT di Ballroom Crowne Plaza Semarang, Selasa (23/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Putera Parthama memberikan keynote speaker sosialisai FLEGT di Ballroom Crowne Plaza Semarang, Selasa (23/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Dengan terbitnya regulasi tersebut maka Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memperoleh Lisensi FLEGT untuk ekspor produk kayu ke pasar Uni Eropa, jauh meninggalkan para pesaingnya seperti negara-negara Afrika (yang juga sudah mempunyai VPA dengan Uni Eropa), negara-negara Amerika Latin, anggota ASEAN (Malaysia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Laos) dan Tiongkok.

Diraihnya Lisensi FLEGT Indonesia menjamin bahwa semua ekspor produk kayu Indonesia yang telah bersertifikasi SVLK tidak perlu melalui uji tuntas sesuai dengan Undang-undang Perdagangan Uni Eropa.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa SVLK diakui oleh 28 negara anggota Uni Eropa sebagai suatu sistem yang menjamin bahwa bahan baku produk kayu Indonesia tidak berasal dari pembalakan liar,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Putera Parthama.

Indonesia dan Uni Eropa akan menindaklanjuti penerbitan regulasi tentang Lisensi FLEGT Indonesia dengan mengadakan pertemuan Komite Implementasi Bersama (Joint Implementation Committee) pada 15 September 2016 mendatang untuk menetapkan tanggal berlakunya Lisensi FLEGT Indonesia.

Diperkirakan Lisensi FLEGT Indonesia akan secara resmi berlaku pada 15 November 2016 setelah semua Otoritas Kompeten (Competent Authority) di semua negara anggota Uni Eropa telah siap menerima ekspor produk kayu dengan Lisensi FLEGT dari Indonesia.

“Kami berharap bahwa momentum ini dapat menjadi titik tolak bagi meningkatnya industri perkayuan Indonesia di masa yang akan datang, karena keberterimaan produk kayu Indonesia di pasar Eropa akan meningkatkan keberterimaan produk kayu Indonesia di pasar-pasar dunia lain,” kata Kepala Seksi Sertifikasi dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Pramono.

Keberhasilan Indonesia ini merupakan hasil kerja keras multi pihak yang terdiri dari pemerintah, masyarakat sipil, akademisi dan pihak swasta yang telah dirintis sejak tahun 2003 dalam mengembangkan standar SVLK.

Lisensi FLEGT mendukung prinsip tata kelola hutan yang baik, seperti transparansi informasi, sehingga diharapkan ke depan akan mendorong sistem pengelolaan hutan lestari yang jauh lebih baik. (ade)