Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ratusan Offroader Siap Taklukkan Rute Maut Borobudur Central Java Offroad

Ratusan Offroader Siap Taklukkan Rute Maut Borobudur Central Java Offroad

METROSEMARANG.COM – Ratusan offroader siap bertarung menaklukkan rute-rute ekstrem yang disajikan dalam event Borobudur Central Java Adventure Offroad 2016 yang dimulai hari ini, Jumat (11/11) pagi. Selama tiga hari mereka akan menjelajah empat kota di Jawa Tengah dan berakhir di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (13/11).

Kadispora Jateng Budi Santoso melepas peserta Borobudur Central Java Adventure Offroad, Jumat (11/11). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Kadispora Jateng Budi Santoso melepas peserta Borobudur Central Java Adventure Offroad, Jumat (11/11). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Rombongan peserta Borobudur Central Java Adventure Offroad 2016 resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jateng, Budi Santoso di depan gedung IMI Jateng, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, sekitar pukul 09.00. Sehari sebelumnya, sebanyak 180 kendaraan dari 60 tim peserta terlebih dahulu menjalani proses scrute di lokasi yang sama.

Mereka berasal dari beberapa kota di Indonesia. Di antaranya, Banjarnegara Utuk-utuk, Semut Muria Kudus, GMB Prengus Jakarta, IOC Magelang, SanaSini Adventure 4×4 maupun Dinpora Jateng 4×4. Bahkan ada satu tim peserta dari luar Jawa, yakni Banjarmasin Adventure Extreme.

“Ini merupakan event kelima Central Java Offroad, dengan rute terpanjang, sekitar 175 kilometer yang terbagi dalam tiga etape. Para peserta akan menjelajahi trek-trek ekstrem di empat kota/kabupaten dan finish di area obyek wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang,” kata Ketua Panitia, Supriyanto.

Pada etape pertama, peserta sudah ditunggu jalur maut di petak 26, kawasan Kaliwungu Kendal dan berakhir di Maron Temanggung. Selanjutnya, offroader akan melahap etape kedua melintasi Kandangan, kawasan Rowoseneng Temanggung dan berakhir di Alun-alun Temanggung. Sedangkan etape ketiga Maron-Borobudur, Kabupaten Magelang.

“Kami tekankan kepada para offroader bahwa event kali ini bukan untuk berkompetisi, tetapi lebih mengedepankan safety dan keselamatan. Khususnya pada etape ketiga menuju Candi Borobudur, peserta akan melintasi trek on road, sehingga mereka juga dituntut bisa menjadi leader dalam keselamatan berkendara,” beber Supriyanto.

Pria yang intim disapa Mas Prie itu menambahkan, masing-masing tim terdiri dari tiga jip yang harus sesuai spesifikasi regulasi Indonesia Offroad Federation (IOF). Mereka juga wajib mematuhi Safety Golden Rules (SGR) yang merupakan point-point utama yang berhubungan dengan safety peserta maupun safety lintasan yang harus ditaati oleh semua jenis kegiatan offroad yang ada di bawah naungan IOF.

Peserta Borobudur Central Java Adventure Offroad bakal menjajal rute ekstrem di empat kota. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Peserta Borobudur Central Java Adventure Offroad bakal menjajal rute ekstrem di empat kota. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Sementara, Kadispora Jateng, Budi Santoso memaparkan, Borobudur Central Java Adventure Offroad 2016 menjadi bagian mempromosikan obyek-obyek wisata di Jawa Tengah. Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas pecinta offroad, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai kampanye untuk pelestarian lingkungan.

“Selanjutnya bisa saja event serupa digelar dengan menempuh rute yang berbeda, sehingga bisa membuka potensi wisata yang ada di Jawa Tengah. Bisa saja diselingi dengan bhakti sosial sebagai wujud kepedulian komunitas offroad kepada lingkungan sekitar,” ujarnya saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Event ini merupakan rangkaian Borobudur Marathon 2016 yang berlangsung pada 20 November mendatang. Setelah menempuh trek menantang, para peserta akan berkumpul di Lapangan Lumbini, Borobudur, Minggu (13/11). Panitia juga akan melakukan penilaian untuk menentukan the best team yang bakal mendapatkan hadiah sepeda motor dan uang pembinaan. (twy)