Home > METRO BERITA > Ratusan Toko Modern di Semarang Belum Berizin Bikin Dewan Meradang

Ratusan Toko Modern di Semarang Belum Berizin Bikin Dewan Meradang

METROSEMARANG.COM – Toko modern tidak berizin di Kota Semarang yang jumlahnya mencapai ratusan hingga kini belum ditindak oleh Pemkot Semarang. Hal ini menjadi sorotan tajam dari DPRD Kota Semarang, yang meminta pemerintah kota setempat untuk bertindak tegas dengan menutup sementara toko modern ilegal tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi

Dari jumlah 500 lebih, hanya sekitar 100-an toko modern yang memiliki izin usaha resmi dari Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang. Selain itu, keberadaan toko modern juga dinilai merugikan pedagang kelontong karena perkembangannya sudah tidak terkendali, merambah hingga ke wilayah pinggiran kota.

“Ini jelas mematikan warung-warung kecil atau toko kelontong di perkampungan yang akhirnya banyak tergeser akibat keberadaan toko modern,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Muallim, Kamis (3/11).

Dewan merasa heran dengan kebijakan Pemkot Semarang yang dinilai membiarkan keberadaan dan menjamurnya toko modern secara ilegal tersebut. Padahal sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pendirian toko modern, yakni Perda Nomor 1 Tahun 2013  yang mensyaratkan pendirian toko modern harusnya minimal 500 meter dari pasar tradisional.

Selain itu juga Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 5 Tahun 2013 yang mengatur keberadaan toko modern berdasarkan jumlah kuota di masing-masing kecamatan.

“Tapi jumlah toko modern nyatanya terus tumbuh pesat dan kami yakini masih banyak yang belum berizin. Buktinya, terakhir kami sidak di salah satu toko modern di daerah Sampangan belum ada izinnya. Sudah kami minta pengelolanya segera mengurus izinnya di pemkot, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya,” tegasnya.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, Endang Sulistiyo Murni Asih mengatakan, pihaknya menjamin perlindungan terhadap pedagang kecil yang harus bersaing dengan keberadaan toko modern. Salah satunya dengan cara menindak pengelola toko modern bila ditemukan izinnya belum lengkap. (duh)