Home > METRO BERITA > Ratusan Warga Binaan Lapas di Semarang Pecahkan Rekor Muri Lomba Bakiyak Raksasa

Ratusan Warga Binaan Lapas di Semarang Pecahkan Rekor Muri Lomba Bakiyak Raksasa

METROSEMARANG.COM – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan perlombaan olahraga tradisional terompah panjang dan menyanyikan lagu Hari merdeka oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan peserta terbanyak, Senin (15/8). Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI melalui Zoom Aplikasi Teleconference di Lapas Narkotookan kelas IIA Jakarta yang terhubung ke seluruh Lapas dan rutan di Indonesia.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Lapas Kelas I Semarang ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan lomba oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Perlombaan ini dalam rangka menyambut HUT ke-71 RI. “Lomba ini digelar serentak di seluruh lembaga pemasyarakatan Indonesia, untuk memecahkan rekor Muri,” ungkap Bambang Sumardiono, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, usai perlombaan di Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang.

Ia juga menambahkan, lomba tersebut diikuti oleh 500 WBP dari Lapas kelas I dan 100 WBP dari Lapas Wanita kelas IIA Semarang. Seluruh peserta yang mengenakan pakaian tradisional ini memperebutkan trofi dari Menteri Hukum dan HAM RI. 

Sridartuti, salah seorang WBP dari Lapas Bulu menuturkan bahwa ia sangat senang dengan lomba ini. Terlebih lagi ini adalah perlombaan dalam rangka tujuh belasan yang pertama diikutinya.

“Pengalaman luar biasa, baru pertama kali seumur hidup ikut lomba, dan di Lapas pula,” cetus Sri.

Sri menuturkan sebenarnya kendala terbesar dalam lomba terompah atau bakiyak ini adalah kekompakan tim. Peserta lomba harus berjalan sepanjang 10 meter hingga garis finis dengan memakai terompah berukuran sekitar 1,5 meter. (vit)