Home > METRO BERITA > Ratusan Warga Mengiringi Pemakaman Jenazah Riski Rahmat ke TPU Kaliasin

Ratusan Warga Mengiringi Pemakaman Jenazah Riski Rahmat ke TPU Kaliasin

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga Kampung Kerapu II RT 09/RW II Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, ikut mengantarkan jenazah Riski Rahmat, seorang terduga teroris yang ditembak mati di Tuban ke tempat pemakaman umum (TPU) Kaliasin, Rabu (12/4) pukul 01.30 WIB dini hari tadi.

Riski, salah satu terduga teroris yang tewas ditembak mati di Tuban. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

“Tadi malam sampai di rumahnya pukul 01.00 WIB langsung dimakamkan kok. Banyak aparat kepolisian dan TNI yang menjaga lokasi,” aku Muhammad Sulton, warga setempat.

Sedangkan Joko Sumarno, Lurah Kuningan mengatakan warga tak menolak sama sekali tatkala rombongan mobil ambulans yang mengangkut peti mati berisi jenazah Riski tiba di rumah duka.

Warga, kata Joko justru terlihat antusias mendekat ke lokasi agar dapat mengetahui seperti apa prosesi serah terima jenazah kepada pihak keluarga hingga pemakaman berangsung.

“Enggak ada penolakan dari warga, malahan banyak orang yang ikut menguburkan jenazahnya. Situasi ini patut kita syukuri karena tidak banyak daerah yang mau menerima jenazah terduga teroris,” kata Joko kepada metrosemarang.com.

TPU Kaliasin dipilih jadi tempat peristirahatan terakhir terduga teroris berusia 22 tahun itu karena lokasinya dekat dengan rumah. Menurutnya pemulangan jenazah dikawal ketat aparat kepolisian sejak dari perbatasan Demak-Semarang hingga ke rumah duka.

“Pukul 01.00 WIB jenazahnya tiba dengan pengawalan dari polisi sejak perjalanan dari perbatasan Demak. Ketika berada di rumah duka, petugas Polsek Semarang Utara dan Polrestabes Semarang turut mengamankan lokasi, untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. Lalu pukul 01.30 WIB langsung dimakamkan,” jelasnya.

Ia menyatakan ke depan bakal mendata ulang jumlah rumah indekost di Kelurahan Kuningan untuk mengantisipasi masuknya kelompok jaringan radikal ke tengah masyarakat.

Bersama Babinkamtibnas dan Babinsa serta perangkat satuan kelurahannya, ia saat ini menggencarkan patroli malam. Tak sembarang orang baru bisa menginap di tiap kampung. “Semuanya harus bisa menunjukan kelengkapan data dirinya,” tegasnya.

Pengetatan pengawasan ini dimaksudkan pula untuk mengantisipasi aksi terorisme. (far)