Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ratusan Warga Rembang Tolak Penghentian Pembangunan Pabrik Semen

Ratusan Warga Rembang Tolak Penghentian Pembangunan Pabrik Semen

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga Rembang, Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Rakyat Rembang Bersatu (FRRB) memprotes putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan Peninjauan Kembali terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang. Mereka menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (14/10).

Aksi warga Rembang tolak penghentian pembangunan pabrik Semen. Foto: istimewa
Aksi warga Rembang tolak penghentian pembangunan pabrik Semen. Foto: istimewa

Sambil berorasi, mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan warga yang mendukung tetap berdirinya pabrik semen PT. Semen Indonesia di Rembang.

Beberapa poster dan spanduk itu berbunyi; ‘ Pak Ganjar, Ojo Wedi Teruskan Izin Pabrik Semen’, ‘Pabrik Semen Lanjutkan’, ‘Ayo Lanjutkan!!! Demi Rembang !! Demi Indonesia 100% Indonesia’, ‘Ijin Pabrik Lanjut !!!, ‘Satu Kata Untuk Pabrik Semen La njutkan !!!, ‘Anak Putu Kulo Butuh Pabrik Semen!!!’.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi FRRB Abdul Wachid yang merupakan warga Rembang menyatakan bahwa keputusan MA yang mengabulkan gugatan segelintir orang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk mencabut izin pabrik semen telah melukai hati nurani dan rasa keadilan mereka.

“Keputusan MA yang mengabulkan gugatan segelintir orang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk mencabut izin pabrik Semen Indonesia di Rembang telah melukai nurani dan rasa keadilan kami. Kehadiran Pabrik Semen Indonesia di Rembang sesungguhnya sudah menjadi harapan baru kami untuk bisa maju dan berkembang,” teriak Wachid.

Dia mengungkapkan jika selama ini ribuan warga Rembang sudah bisa menikmati hasil nyata dari keberadaan pabrik Semen Indonesia. Ribuan warga telah bekerja dan menggantungkan hidupnya dari pabrik.

“Ribuan anak anak kami mengharapkan masa depan dari pabrik semen ini. Kami sangat mendukung pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang karena ini akan menjadi “MOMENTUM KEBANGKITAN REMBANG” , terutama bagi kehidupan perekonomian dan pembangunan sosial Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Sementara itu warga lain, Dwi Joko mengatakan kecewa dengan putusan MA yang justru mengabulkan gugatan segelintir warga yang menolak. “Mereka itu jumlahnya tak lebih dari lima persen dari total warga lima desa yang mencapai 3.500 kk dengan 12.000 lebih jiwa,” ujar tokoh masyarakat Desa Tegaldowo ini.

Dwi Joko berharap pemerintah tidak menghentikan pembangunan pabrik semen. Hampir seluruh warga dari lima desa ring satu, yakni Timbrangan, Tegaldowo, Kadiwono, Pasucen dan Kajar benar-benar mendapat manfaat sejak pabrik dibangun. “Kami benar-benar merasakan manfaat berkat kehadiran pabrik semen di wilayah kami. Warga kami direkrut bekerja di kantin, penjaga gudang atau satpam. Ibu-ibu dibekali keterampilan rias pengantin dan memasak. Belum lagi bantuan khitan, nikah massal, beasiswa, hewan kurban, dll. Ada pula bantuan bedah rumah,” tegasnya.

Pernyataan itu diamini Sudarji, Ketua LPMD Tegaldowo, menurutnya sebagian besar warga setuju dan mendukung berdirinya pabrik semen. Pembangunan pabrik menurutnya tidak akan merusak sumber air. “Sumber air warga tidak terganggu. Karena wilayah eksplorasi tidak menganggu sumber air. Dulu ada 7 perusahaan yang mengolah tambang di wilayah kami tak pernah dipersoalkan, kenapa pabrik semen milik negara justru ditolak,” cetus Sudarji.

Usai melakukan orasi dan membaca tuntutanya, tiga orang dari perwakilan pengunjukrasa kemudian diterima oleh Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jateng untuk meneruskan tuntutan dan aspirasi mereka ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (*)