Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Rawan Korupsi, Bupati Kendal Hentikan Bansos

Rawan Korupsi, Bupati Kendal Hentikan Bansos

Widya Kandi Susanti Foto Metrojateng
Widya Kandi Susanti
Foto Metrojateng

KENDAL – Bupati Widya Kandi Susanti memutuskan menghentikan program penerimaan dana bantuan sosial. Salah satu alasan bupati adalah penerimaan dana bansos dinilai rawan diselewengkan, sehingga berpotensi terjadi korupsi.

Bupati juga membantah terhadap pemberitaan tentang Kabupaten kendal berpeluang terjadi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) 2013-2014. Pemerintah Kendal dinilainya telah melaksanakan prosedur dengan benar.

Widya menjelaskan, untuk pelaksanaan bansos Kabupaten Kendal sudah dihentikan setelah mendapat pembinaan dari BPKP beberapa bulan lalu. “Ya, kami hentikan setelah mendapat pembinaan dan diketahui tidak sesuai dengan Permendagri No 32/2011 dan No 39/2012. Jadi, bukan karena dikorupsi. Bahkan bukan hanya bansos saja yang dihentikan, supaya tidak menyalahi aturan,” ungkapnya.

Sedangkan penyaluran bansos sedianya dilakukan dengan langsung mentransfer dari BPD ke rekening penerima. Itu pun sudah melalui pengecekan di lapangan. “Tidak berupa cash. Hal ini untuk menghindari masalah seperti yang terjadi pada mantan Bupati Kendal Bu Markesi. Jadi tidak ada yang fiktif. Tapi karena tidak ingin melanggar hukum, maka bansos kami hentikan dan tidak dicairkan sebelum melalui mekanisme yang berlaku,” papar dia.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kendal, Yeni Andriani mengaku belum bisa banyak komentar karena belum mengatahui secara pasti hasil temuan KPK tersebut. “Kami belum tahu soal secara pasti. Tapi pada prinsipnya, kalau ada dugaan akan kami tangani,” tandasnya. (Metrojateng/MJ-01)