Home > METRO BERITA > Rebo Legen Gaul: Wargane Guyub Pejabate Korup

Rebo Legen Gaul: Wargane Guyub Pejabate Korup

image
Rebo Legen Gaul (foto: Metro Semarang/MS-08)

SEMARANG – Rebo Legen Gaul kembali hadir di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Selasa (28/10) malam. Kali ini wadah sarasehan Jawa ini berlangsung dalam rangka Lapak Seni Raden Saleh yang telah dimulai sejak Minggu (26/10).

Pada Rebo Legen yang kelima ini, hadir Staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Nanang Syam dan Staf Komisi Yudisial, Ardian. Keduanya bersambung rasa dengan puluhan seniman, mahasiswa, dan warga TBRS tentang pencegahan korupsi.

Menurut Nanang, pencegahan korupsi bisa dimulai dengan pendidikan antikorupsi sejak dini. Satu diantaranya melalui pendekatan seni budaya. Ia mencontohkan betapa banyak lagu dan dongeng anak-anak yang tanpa sadar mengajarkan hal buruk.

“Lagu balonku ada lima itu salah, warna yang tercantum di situ ada tujuh. Ini manipulasi tanpa sadar. Dongeng kancil yang mencuri tapi dicitrakan baik dan harus ditiru karena cerdik, ini harus diubah,” katanya.

Nanang mengapresiasi forum Rebo Legen yang konsisten membuat warga guyub meski hari ini pejabat-pejabat negeri ini masih korup. Namun ia mengingatkan agar keguyuban tidak disalahgunakan dalam kejahatan. “Sebab guyub itu sangat bisa disalahgunakan. Korupsi itu pasti berjamaah, jadi jangan sampai ada guyub korup,” katanya.

Sebelum sarasehan bersama KPK dan KY, Grup Timiki Endonesa mengantar dengan lagu-lagu perjuangan. Dilanjutkan pembacaan Sumpah Pemuda yang ditirukan puluhan hadirin. Tak kalah menarik juga penampilan Kelompok musik eksperimental Belantara. (MS-08)