Home > METRO BERITA > Sosialita > Reza Sukmana, Membawa Potensi Kesenian Tradisional ke Ranah Internasional

Reza Sukmana, Membawa Potensi Kesenian Tradisional ke Ranah Internasional

Mukhlis Reza Sukmana Foto: metrosemarang.com/dok pribadi
Mukhlis Reza Sukmana
Foto: metrosemarang.com/dok pribadi

MESKI menjalani pendidikan di bidang kesehatan masyarakat, tak membuat Mukhlis Reza Sukmana lepas dari dunia seni dan berbagai gagasan yang dimilikinya. Terbukti, di tahun 2007 silam, pria kelahiran Pati 26 tahun yang lalu tersebut, menjadi salah satu penggagas munculnya Studio 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro Semarang, saat ia masih duduk di bangku kuliah.

Menurut pria yang akrab disapa Reza itu, munculnya Studio 8 adalah bukti lahirnya wadah dalam berkesenian. Tempat ini menampilkan sesuatu yang berbeda dengan terus menggali dan melestarikan potensi kesenian tradisional.

“Awalnya kita butuh proses untuk meyakinkan banyak pihak bahwa Studio 8 pantas berdiri menjadi organisasi di lingkungan kampus. Tapi bisa kita lalui dengan menunjukkan banyak prestasi,” kata Reza kepada metrosemarang.com, baru-baru ini.

Kini berkat kegigihan Reza dan ratusan anggotanya, Studio 8 berubah menjadi organisasi tempat berkesenian dengan segudang prestasi hingga taraf internasional. Seperti di tahun 2013 lalu, Studio 8 menjadi  penampil terbaik musik dan tari tradisional di The Eighth Shanghai Baoshan International Folk Arts Festival, People’s Government of Baoshan District dan 2014 lalu juara satu di International Folklore Festival Faro, Viena de Castello, Santarem Portugal.

Saat ini ia dan tim misi budaya studio 8 FKM, tengah sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke Perancis dalam rangka menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia pada 19eme Competition Folklorique de la Haute Lande 14 Jul-23 Agustus 2015 nanti. “Kami ingin memperkenalkan kesenian tradisional Indonesia sampai dunia Internasional,” kata penyuka gulai kepala ikan itu. (yas)