Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ribuan Warga Ziarah Makam Wali di Tradisi Syawalan Kaliwungu

Ribuan Warga Ziarah Makam Wali di Tradisi Syawalan Kaliwungu

image
Tradisi Syawalan di Kaliwungu dihadiri ribuan peziarah dari berbagai kota di sekitar Kendal. Foto Metro

KENDAL – Ribuan warga dari berbagai daerah berziarah ke makam wali dan ulama dalam puncak tradisi Syawalan di Kaliwungu, Kendal, Sabtu (2/8/2014) petang. Selain berziarah, tradisi syawalan ini juga sebagai wahana mengenal perkembangan islam melalui wisata religi di sekitar komplek makam ini.

Tradisi Syawalan merupakan bentuk penghormatan terhadap orang-orang saleh di Kaliwungu. Tradisi tahunan ini memperingati wafatnya ulama, serta wali penyebar agama Islam di pesisir Pulau Jawa  yang diadakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Ribuan warga dari berbagai daerah memanjatkan doa di depan makan Kyai Asy’ari atau yang dikenal dengan Kyai Guru serta makan ulama lainnya seperti Sunan Katong dan Wali Musyafa. Tradisi tahunan ini awalnya hanya  kegiatan ziarah mengirim doa di makam Kyai Asy’ari yang  dilakukan oleh keluarga dan keturunannya. Namun ramainya keluarga yang berziarah diikuti warga dan hingga sekarang selalu ramai dikunjungi untuk memanjatkan doa.

Warga rela berjalan kaki lima kilometer menaiki bukit menuju kompleks makam aulia Kaliwungu di bukit Jabal Protomulyo Kaliwungu.  Di komplek makam Kyai Asyari pendiri masjid besar Kaliwungu ribuan peziarah ini rela berdesakan dan menunggu giliran masuk ke komplek makam. Bagi yang tidak ingin berdesakan warga rela duduk di luar komplek makam dan memanjatkan doa.

“Warga biasanya datang secara rombongan dan memanjatkan doa di makam Kyai Guru yang mendirikan masjid Al Mutaqin Kaliwungu,” ujar Lutfi, peziarah yang datang bersama rombongan.

Tradisi syawalan di Kaliwungu ini dijadikan agenda tahunan dan akan dikembangkan menjadi wisata religi. Bupati Kendal Widya Kandi Susanti  mengatakan tradisi ini bukan hanya kegiatan rutin tahunan tapi bisa dijadikan wisata budaya dan religi.

“Harapannya bukan hanya menjadi kegiatan rutin tahunan saja, kedepan bisa dikembangkan lagi untuk mengenalkan budaya Islam dan perkembangannya melalui wisata religi,” jelas Widya Kandi Susanti.

Objek lokasi ziarah kini melebar bukan hanya kepada makam Kyai Aasy’ari tetapi juga ke makam Sunan Katong, Pangeran Mandurarejo, Makam Kyai Mustofa, Kyai Musyafa  dan Kyai Rukyat. Namun dari sejumlah makam aulia Kaliwungu yang selalu menjadi pusat keramaian untuk berziarah adalah makam Sunan Katong dan Kyai Guru.

Dua petilasan ini menjadi tujuan utama warga yang akan memanjatkan doa sehingga wajar jika di dua tempat tersebut warga berdesak-desakan berebut ingin masuk ke dalam makam. Ziarah pada tradisi Syawalan di Kaliwungu ini memang ramai saat sore hingga malam hari. Semakin malam jumlah pengunjung yang ingin berziarah semakin banyak sehingga arus lalu lintas menjadi macet. (MS-05)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link