Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Romansa Cinta Puisi Habibie untuk Ainun ‘Menggetarkan’ Mahasiswa Unnes

Romansa Cinta Puisi Habibie untuk Ainun ‘Menggetarkan’ Mahasiswa Unnes

METROSEMARANG.COM –MahasiswaProgam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan pementasan musikalisasi puisi sebagai wujud apresiasi kepada para sastrawan, Sabtu (10/12). Acara yang digelar di gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni Unnes berlangsung meriah.

Puisi-puisi karya penyair kenamaan Indonesia Gus Mus, Sosiawan Leak, dan Joko Pinurbodipilih untuk ditampilkan. Tetapi yang paling ditunggu penonton adalah puisi gubahan Presiden Indonesia yang ketiga yaitu BJ. Habibie yang berjudul Puisi Habibie untuk Ainun.

Puisi Karya BJ Habibie tersebut dipentaskan oleh kelompok 1 rombongan belajar 1, yang digawangi Laelatul Qodriyah dikemas berbeda dari penampilan kelompok lain. Penampilan Laela cs saat membawakan puisi hadiah spesial dari Habibie untuk istrinya Ainun itu tidak hanya diiringi dengan musik. Tetapi juga disertai tarian sebagai bentuk penggambaran isi dari puisi tersebut.

Laela menuturkan isi Puisi Habibie untuk Ainun menceritakan perjalanan hidup Habibie. Kisahnya dimana Ainun selalu ada untuknya hingga akhirnya maut merenggut Ainun dari sisinya.

“Puisi ini dalam banget, betapa Ainun begitu berarti untuk Habibie namun karena penyakit yang diderita Ainun, akhirnya Habibie harus kehilangan istri yang amat diciintainya,” beber Laela yang memerankan sosok Ainun.

Laela menambahkan, dalam penampilan kelompoknya ia dan rekannya Rifky Yulistyawan memainkan peran Ainun dan Habibie. Pengahayatan yang mereka tampilkan menyentuh puluhan penonton yang memenuhi gedung B6. Ditambah lagi suara Fatimatul Azizah dan Faoziah Arumi mengiringi gerak ‘Ainun’ dan ‘Habibie’ di atas panggung.

Puisi yang sarat akan kesedihan itu terasa menggetarkan saat bait ‘Aku bukan hendak mengeluh, Tapi rasanya terlalu sebentar kau disisiku’, diucapkan. Puisi yang diciptakan Habibie saat Ainun meninggal ini meski sarat kesedihan namun penonton mampu menangkap romantisme dalam kehidupan Habibie dan Ainun lewat puisi tersebut.

“Kami berlatih untuk bisa memainkan peran sebagai Habibie dan Ainun, tidak mudah tapi respon penonton bagus dan kami puas, tadi banyak yang komen juga kalau gerakan Rifki mirip sekali dengan Pak Habibie,” pungkas Laela. (vit)