Home > Berita Pilihan > RSUD Kota Semarang Resmi Berubah Nama RSUD Wongsonegoro

RSUD Kota Semarang Resmi Berubah Nama RSUD Wongsonegoro

METROSEMARANG.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang resmi memiliki nama baru. Kini rumah sakit kebanggaan Kota Semarang ini berubah nama menjadi RSUD Wongsonegoro.

RSUD Kota Semarang kini resmi berubah nama menjadi RSUD Wongsonegoro. Peresmian dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (17/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Wongsonegoro merupakan sosok yang tepat untuk menjadi nama baru rumah sakit. Secara ikatan batin setiap tahun pemkot berziarah ke makam Wongsonegoro di Klaten.

”Beliau pernah menjadi Gubernur, Menteri, dan terakhir Perdana Menteri RI. Falsafah hidupnya sangat cocok untuk nama baru RSUD Kota Semarang ini,” katanya saat peresmian proyek-proyek kegiatan Pemkot Semarang tahun anggaran 2016 di RSUD Kota Semarang, Selasa (17/1).

Hendi-panggilan akrabnya, mengatakan selama ini banyak orang menyebut RSUD Kota Semarang dengan RSUD Ketileng. Padahal Ketileng hanya nama daerahnya di mana rumah sakit berada. Karena itu dia minta pengelola rumah sakit mengkaji beberapa nama untuk dijadikan nama baru rumah sakit.

”Saya minta kaji beberapa nama. Dan mungkin sudah Jalan Tuhan nama KRMT Wongsonegoro kemudian yang kami pilih. Dengan nama baru ini mudah-mudahan rumah sakit bisa terus berkembang,” katanya.

Dengan nama baru, beban rumah sakit dinilai juga semakin berat. Rumah sakit harus bisa meningkatkan pelayanannya. Terutama, tegasnya, jangan pernah menolak pasien dari warga miskin.

Jenderal (Purn) Polisi Rusdiharjo, keluarga dari Wongsonegoro ikut memberi sambutan pada peresmian nama baru RSUD Kota Semarang menjadi RSUD Wongsonegoro, Selasa (17/1), dengan latar belakang foto Wongsonegoro. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Jenderal (Purn) Polisi KPH Rusdiharjo dari keluarga KRMT Wongsonegoro menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas ditetapkannya nama eyangnya sebagai nama rumah sakit kebanggaan Kota Semarang ini. Pihaknya telah melakukan penelitian terhadap kondisi dan pelayanan rumah sakit sebelum menyetujuinya.

”Saat peringatan pertempuran 5 hari di Semarang, kami dikejutkan oleh staf rumah sakit yang menyampaikan maksudnya. Kami diminta untuk meninjau dulu ke rumah sakit,” katanya yang menghadiri peresmian nama RSUD Wongsonegoro.

Mantan Kepala Kepolisian RI ini mengatakan, keluarga tidak serta merta setuju ketika nama Wongsonegoro akan dijadikan nama rumah sakit. Pihaknya mengirimkan orang untuk meneliti rumah sakit. Dan hasilnya kondisi rumah saikit cukup positif.

”Kami melihat rumah sakit ini pelayanannya cukup bagus. 70 persen melayani BPJS Kesehatan. Juga ada 400 tempat tidur yang diprioritaskan bagi warga tidak mampu,” katanya.

Sehingga pemilihan Wongsonegoro dia menilai memang nama yang tepat. Sebab sejak muda Wongsonegoro merupakan sosok yang berjuang keras menolong wong cilik.

Dengan nama baru ini diharapkan rumah sakit memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Semarang. Jangan sampai ada orang yang sakit tidak tertolong. (duh)