Home > METRO BERITA > Rugikan Nasabah Rp 900 Juta, Bos Iqro Divonis 2,5 Tahun

Rugikan Nasabah Rp 900 Juta, Bos Iqro Divonis 2,5 Tahun

image

SEMARANG — Direktur CV Iqro’ Management, Agung Ahmad Budiman (35) kembali divonis 2,5 tahun penjara untuk kasus kedua yang menjeratnya yakni kasus penipuan investasi Umroh dan Haji. Sebelumnya, ia divonis hukuman penjara 2,5 tahun atas tuduhan penipuan investasi SPBU.

Hakim berpendapat, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan. Agung terbukti tidak bisa mempertanggungjawabkan uang jemaah yang batal diberangkatkan ke tanah suci oleh perusahaan miliknya.

“Penipuan ini dilakukan terdakwa pada tahun 2009-2013 di kantor pusat Iqro Manajeman Jalan Dr Wahidin nomor 58 Semarang, dan kantor cabang lain. Seperti di Semarang, Ungaran, Jalan Slamet Riyadi Solo, dan Kendal,” kata Hakim Ketua Budi Susanto saat membacakan putusannya di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (13/8/2014).

Pria warga Jalan Kalingga 8 nomor 3 RT 7 RW 1, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, terbukti melakukan tindak pidana penipuan investasi Umroh dan Haji dengan jumlah korban 35 orang. Diperkirakan jumlah kerugian total korban mencapai Rp 970.170.000.

Modus terdakwa, mengadakan pengajian dan menyebarkan menyebarkan formulir brosur dan dokumen umroh dalam bentuk CD kepada jamaah. Terhadap jamaah dengan tujuan supaya mengikuti umroh dan agar menyerahkan sejumlah uang dengan besaran yang telah ditentukan.

Korban dijanjikan akan diberangkatkan umroh maupun haji sesuai dengan program yang dipilih. Biaya minimal Rp 5 juta. Serta program pembayaran langsung secara lunas Rp 13 juta. Korban bisa memilih untuk menentukan waktu pemberangkatan. Korban harus menyerahkan dokumen KTP, KK, dan pas foto.

Terdakwa setelah mendapat pembayaran umroh, tidak memberangkatkan jamaah sesuai dengan janji. Dan uang pembayaran digunakan untuk kepentingan pribadi. CV Iqro’ diketahui tidak memiliki izin pemberangkatan umroh. Akibat perbuatannya, sebanyak 35 orang jamaah mengalami kerugian sebesar Rp 970.170.000.

Dalam hal ini, tedakwa sengaja memilih nama Iqro’ Management karena bernuansa Islam. Dengan begitu, jamaah akan tertarik untuk berinvestasi kepadanya.

“Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Dengan melawan hak baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang. Membuat utang dan piutang. Itu dakwaannya,” ucapnya. (MS-12)