Home > METRO BERITA > Sajikan Tari Ramayana, Sanggar Greget Kritik Lemahnya Perlindungan Alam

Sajikan Tari Ramayana, Sanggar Greget Kritik Lemahnya Perlindungan Alam

METROSEMARANG.COM – Kerusakan alam Indonesia yang semakin menjadi tak lepas dari peran pengawasan pemerintah. Pemerintah dinilai hanya fokus terhadap pembangunan namun melupakan dampak negatif dan seakan mengabaikan alam.

Pementasan Sanggar Greget di UPGRIS, Minggu (18/12). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Berawal dari kegelisahan tersebut,  Sanggar Greget Semarang bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sendra tari Ramayana di Gedung Balairung kampus setempat, Minggu (18/12).

Tari Ramayana dirasa cukup menggambarkan mulai hilangnya hutan-hutan di Indonesia akibat penebangan liar yang menimbulkan tergusurnya flora dan fauna.

“Kegelisahan kami curahkan dalam tarian. Ketika ekosistem ini bergeser, bisa terjadi ketidakseimbangan. Jadi jangan salahkan alam kalau sering terjadi bencana,” kata Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo.

Melalui tarian tersebut, Yoyok mencurahkan intisari persoalan kerusakan alam. Dia memilih adegan Shinta hilang hingga Dasamuka gugur untuk menyindir pemerintah.

Dalam adegan-adegan itu, diisi tari-tarian yang menceritkan tentang kehidupan hutan dan hewan. Seperti Tari Kenari, Tari Kancil, Tari Kijang, Tari Rewandha, Tari Rewandha, Tari Bunga, Tari Pohon, Tari Jurit Alengka, hingga Tari Putri Taman Saka.

Tak hanya itu, dalam tariannya, Yoyok juga mencitrakan kepala daerah lewat peran Rama yang melakukan perjalanan hastobroto untuk membentuk jatidiri lewat proses panjang. Di mana mencari pengalaman langsung turun ke lingkungan masyarakat, dan baru diangkat menjadi raja.

“Sendra tari Ramayana ini total ada 12 Tari yang melibatkan 200 penari. Sebagian besar penari adalah anak-anak,” imbuh Yoyok.

Sementara Ketua Yayasan Upgris, Sudharto menjelaskan, gelaran seni budaya seperti ini harus dilestarikan.
Dia merasa, tari merupakan seni tradisi yang paling gampang dinikmati semua kalangan dari pada jenis kesenian lain.

“Untuk anak, seni mampu membangun kararakter  menjadi lebih tenang. Sebab mereka sudah terbiasa berlatih untuk mencapai sesuatu,” ujar Sudharto. (yas)