Home > METRO BERITA > Salah Satu Terduga Teroris Tuban Pamit Istri Ikut Seminar di Malang

Salah Satu Terduga Teroris Tuban Pamit Istri Ikut Seminar di Malang

METROSEMARANG.COM – Zulfa, istri Yudistira Rostriprayogi (18), salah satu terduga teroris Tuban di Kendal mengaku terkejut suaminya dikabarkan tewas dalam baku tembak dengan polisi, Sabtu (8/4) siang. Dia hanya dipamiti jika suaminya akan ikut seminar di Malang.

Zulfa, istri salah seorang terduga teroris Tuban yang tinggal di Kendal. Foto: metrojateng.com

Rumah orangtua Yudistira Rostriprayogi, di Desa Cepokomulyo RT  1 RW  6 Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal, Minggu (9/4) siang nampak sepi. Orangtua terduga teroris Tuban ini merupakan bidan desa dan tinggal bersama Yudistira beserta istrinya Zulfa.

Istri Yudistira yang ditemui mengaku, belum mendapatkan kabar mengenai kematian suaminya yang tewas saat baku tembak dengan polisi di Desa Siwalan, Jenu, Tuban, Jawa Timur. Perempuan bercadar ini mengatakan, suaminya pamit mengikuti seminar di Malang.

“Belum dapat kabar apa-apa  dari polisi atau pihak desa, tadi sudah ada yang tanya temennya ibu tapi tidak jelas,” katanya saat ditemui wartawan.

Dia mengatakan, suaminya berangkat sendiri sejak hari Kamis (6/4) dan komunikasi terakhir Jumat malam. “Pamitnya akan ikut seminar di Malang selama sebulan,” imbuh Zulfa.

Yudistira yang bekerja jual beli komputer ini dan kerap mengajar ngaji di Gringsing Batang. Saat meninggalkan rumah, Yudistira sendirian dan tidak tahu jika bersama rombongan.

Sementara itu menurut tetangga pelaku, Yudistira orangnya terbuka dan mudah bergaul dengan warga lainnya. “Orangnya terbuka kok sering kumpul dengan warga,” ujar ibu Surip, tetangga Yudistira.

Ketua RT 01 RW 6 Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh Kendal, Solikhin mengatakan keluarga Yudistira tidak menutup diri. Ibunya membuka praktik bidan di rumahnya, sementara ayahnya merupakan guru sekolah dasar di Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum.

“Yudistira sudah mempunyai istri dan satu anak tinggal bersama orangtuanya,” jelas Solikhin.

Yudistira merupakan satu dari enam terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Tuban, Sabtu (8/4) siang. Selain Yudistira, polisi juga mengidentifikasi tiga terduga teroris lainnya, atas nama Adi Handoko (34) warga Batang, Satria Aditama (18) warga Ngaliyan Semarang dan Endar Prasetyo (52) warga Batang.

Mereka diduga merupakan anggota Jamaah Ansaru Daulah (JAD). Kelompok ini menembaki petugas Polantas di Jenu Kabupaten Tuban dari dalam mobil Daihatsu Terios putih H 9037 BZ pada Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.00. (metrojateng.com/MJ-01)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link