Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Sambangi UIN Walisongo, Peggy Melati Sukma Berbagi Kisah Perjalanan Hijrah

Sambangi UIN Walisongo, Peggy Melati Sukma Berbagi Kisah Perjalanan Hijrah

METROSEMARANG.COM – Peggy Melati Sukma menyambangi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Kamis (20/19) siang. Peggy yang beralih profesi dari aktris kenamaan tanah air menjadi motivator tersebut didaulat menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk Berhijrah Meraih Berkah.

Peggy Melati Sukma menjadi pembicara talk show di UIN Walisongo, Kamis (20/10). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Usai memutuskan berhijab sekitar tiga tahun lalu, kehidupan Peggy berubah seratus delapan puluh derajat. Ketenaran yang didapatnya dulu menurutnya hanya bentuk dari eksistensi diri untuk bertahan dalam persaingan.

“Hidup saya selama 21 tahun lalu, adalah kehidupan tanpa batas, dalam arti perjuangan saya hanya berorientasi pada materi,” beber Peggy di hadapan ratusan mahasiswa.

Materi dan popularitas adalah tolok ukurnya dalam hidup. Bahkan ia mengaku saat itu tidak memikirkan aturan dalam Alquran. Baginya kerja untuk uang lalu uangnya ia investasikan pada bisnis juga yayasan. Tidak ada  batasan syariat waktu itu.

“Saya nggak peduli apa yang Alquran bilang, yang penting apa yang saya lakukan menghasilkan materi untuk kebutuhan diri, keluarga, juga orang yang saya sayangi,” papar Peggy yang kini menjadi motivator hijrah.

Kehidupan Peggy itu akhirnya berubah saat ia memutuskan berhijrah. Hijrah baginya merupakan proses terus-menerus untuk mendekatkan diri pada Allah. Melawan godaan setan dengan pandai-pandai mendekatkan diri pada Allah.

“Saya belum berhijrah, kalau saya sudah hijrah pasti saya berhenti dan tidak mau munasabah, karena hijrah itu proses yang terus-menerus,” jelasnya.

Meski begitu, Peggy menegaskan hidupnya sebelum menjalani proses hijrah juga bermanfaat bagi orang-orang yang terhibur dengan peran yang dimainkannya. Kini, Peggy mengaku hidupnya lebih berkah karena ia menjalaninya dengan tuntunan Alquran dan ada di jalan syariat.

“Di proses hijrah saya sejak tiga tahun lalu saya merasa lebih baik lagi, bahkan dalam waktu dua tahun saya sudah mengunjungi 17 negara untuk berdakwah. Kembalilah pada niat, dengan niat yang baik pasti berkah akan mengikuti,” pungkas Peggy. (vit)