Home > METRO BERITA > ‘Saring Apa yang Kamu Sharing, Saring Apa yang Kamu Browsing’

‘Saring Apa yang Kamu Sharing, Saring Apa yang Kamu Browsing’

METROSEMARANG.COM – Agustina Agnes larut dalam keceriaan bersama teman sebayanya yang datang di Wisma Perdamaian, Minggu (27/11). Gadis kecil tersebut berulang kali menggoreskan pensil warnanya pada selembar kertas yang diberikan panitia acara.

Pentas Anak Merdeka di Wisma Perdamaian, Minggu (27/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pentas Anak Merdeka di Wisma Perdamaian, Minggu (27/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Ketimbang main game mendingan gambar bareng teman-teman di sini,” akunya kepada metrosemarang.com.

Agnes mengatakan menggambar merupakan hobinya sejak lama. Baginya, hal itu tentunya bisa membuatnya pintar, setidaknya dalam memilih sarana hiburan yang kini marak bermunculan di tengah masyarakat.

“Biar pintar kalau sudah besar nanti,” kata siswi SDN Jomblang 03 Mrican ini.

Agnes adalah satu dari ratusan anak yang hari ini ikut gelaran Pentas Anak Merdeka yang jadi bagian dari rangkaian Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak yaitu sejak tanggal 20 November-10 Desember 2016. Masih ada sedikitnya 700 anak dari lintas komunitas yang berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Munda Dewi, anggota Forum Anak Anti Esa Online Semarang (Foresa) pun mengapresiasi atas apa yang dilakukan ratusan anak di Wisma Perdamaian. Ia yang datang jauh-jauh dari Gunungpati merasa lega jerih payahnya mengampanyekan gerakan anti anti eksploitasi anak akhirnya membuahkan hasil. “Lebih baik stop eksploitasi anak,” tegasnya.

“Daripada kita lihat internet yang enggak jelas, mending kita menggambar bareng yang punya dampak positif. Biar saat dewasa mereka bisa berbagi ilmu kepada teman temannya,” jelasnya.

Dalam kampanye Hari Anak tahun ini, Yayasan Setara getol menyosialisasikan penolakan terhadap kekerasan anak. Hastag #SaringSharingmu juga diluncurkan di berbagai media sosial sejak pembukaan acara Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Anak dengan tagline ‘Saring apa yang kamu sharing, saring apa yang kamu browsing’.

Hastag itu dapat mendorong semua pihak agar memberikan perhatian ke anak-anak untuk lebih bijaksana lagi dalam mengakses internet, mereka bisa menyaring kembali apa yang selayaknya mereka sharing dan apa yang seharusnya mereka browsing di internet ataupun media sosial.

“Untuk itu, kita hari ini ingin memberikan ruang berekspresi yang lebih terbuka bagi anak-anak mulai menampilkan pentas seni sampai menggelar ajang pameran,” ungkap Ika Camelia Direktur Yayasan Setara Semarang, seraya menambahkan bahwa dirinya melibatkan komunitas anak kampung, anak jalanan dan anak sekolah dalam gelaran tersebut.

Setara menyebut aksi kekerasan selama 2016 mencapai 90 kasus dengan korban  perempuan 31 orang, laki-laki 59 orang. Rinciannya, kekerasan seksual 34 kasus (16 perempuan, 18 laki-laki), kekerasan lainnya 56 kasus (15 perempuan, 41 laki-laki). (far)

Tinggalkan Balasan