Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Sartono Anwar: Sepakbola Indonesia Belum Jujur

Sartono Anwar: Sepakbola Indonesia Belum Jujur

Sartono Anwar Foto Metrosemarang
Sartono Anwar
Foto Metrosemarang

SEMARANG – Kasus dugaan sepakbola gajah yang menyeret PSS Sleman dan PSIS Semarang ternyata cukup mengusik pelatih senior Sartono Anwar. Juru taktik yang membawa PSIS juara Divisi Utama era Perserikatan 1987 itu menilai kasus tersebut memberi bukti bahwa ada ketidakjujuran di sepakbola Indonesia.

Insiden memalukan di Stadion AAU Adisucipto, 26 Oktober 2014 silam itu berbuntut sanksi diskualifikasi terhadap PSS dan PSIS dari babak 8 besar Divisi Utama musim ini. Tak cukup sampai di situ, Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi berat kepada para pemain dan ofisial kedua tim.

Kedua tim dianggap sama-sama tidak mau menang demi menghindari bentrok melawan Pusamania Borneo FC di semifinal. “Pertandingan di Sleman itu tidak pantas dimainkan oleh pemain sepakbola yang waras. Kasus ini terjadi karena kedua tim tidak mau jujur. Kalau memang ada yang tidak wajar dengan Borneo, laporkan saja,” kata Sartono dalam forum diskusi yang digagas komunitas ‘Semarang Punya Cerita’, Sabtu (22/11).

Mantan pembesut PSS dan PSIS ini juga menyoroti nasib pemain-pemain yang terkena imbas dari kasus tersebut. Menurutnya, para petinggi klub harus bertanggung jawab untuk menuntaskan permasalahan ini.

“Pemain-pemain ini cari makan dari sepakbola. Kasihan mereka kalau harus disanksi tidak boleh bermain bola, bahkan sampai seumur hidup,” tuturnya.

Menanggapi kritikan Sartono tersebut, CEO PSIS Yoyok Sukawi berjanji akan memperjuangkan para pemainnya. Politisi Demokrat itu juga menyebut bahwa pihaknya sudah memberikan keterangan yang sebenarnya kepada Komdis.

“Kami sudah menyampaikan yang sejujurnya tentang fakta di lapangan, tidak ada yang ditutup-tutupi. Tapi, Komdis punya pertimbangan lain. Yang jelas, kami tetap memprioritaskan pemain agar bisa mendapat keringanan hukuman,” tandasnya.

PSIS bakal membentuk tim pembela untuk menyelamatkan para penggawa Mahesa Jenar. Saat ini, tim yang diketuai GM Kairul Anwar masih menunggu putusan resmi dari Komdis. (*)