Home > METRO BERITA > Sawahlunto Belajar Pengelolaan Kota Lama di Semarang

Sawahlunto Belajar Pengelolaan Kota Lama di Semarang

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Sawahlunto Sumatera Barat bersama rombongan berkunjung ke Kota Semarang dan diterima di Ruang VIP Wali Kota Semarang, Jumat (10/2). Kedatangan rombongan Sawahlunto itu bertujuan mengetahui lebih banyak pengelolaan cagar budaya yang dilakukan Kota Semarang, utamanya terkait Kota Lama.

Rombongan Wali Kota Sawahlunto Sumatera Barat saat diterima Wali Kota Semarang di Ruang VIP Wali Kota di balai kota, Jumat (10/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pimpinan rombongan, Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf menyebutkan bahwa kedua kota telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kota bercagar budaya yang akan didaftarkan di Unesco.

“Untuk itu kedatangan kami untuk saling berbagi informasi, guna memenuhi kebutuhan administrasi yang dipersyaratkan oleh Unesco dalam rangka persiapan untuk acara bulan November mendatang di Perancis,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Semarang sudah baik dalam mengelola Kota Lama. Selain bangunannya unik, juga sudah ada pihak swasta yang rela berkorban mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk mengelola Kota Lama. “Itu yang menjadi kelebihan Kota Semarang,” katanya.

Kondisi budaya di Kota Sawahlunto, lanjutnya, hampir sama dengan Kota Semarang. Di mana memiliki beragam etnis dan budaya di dalamnya akibat datangnya bangsa Belanda di masa lalu.

“Sebanyak 30 persen masyarakat kami berasal dari Sulawesi, 2 persennya berasal dari Jawa dan Bali. Ini merupakan cikal bakal bagi Sawahlunto untuk bersinergi. Bagaimana dengan keberagaman suku dapat dijadikan perekat dan dapat menjadikan Kota Lama sebagai destinasi wisata,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan, merupakan suatu kebanggaan Kota Semarang dan Sawahlunto dapat mewakili Indonesia sebagai kota yang memiliki cagar budaya.

“Tentunya saya senang sekali atas kunjungan dari Wali Kota Sawahlunto beserta rombongan. Kunjungan ini menjadi satu langkah yang baik dimana kedua kota memiliki komitmen yang sama dalam berupaya untuk memajukan Indonesia melalui pelestarian cagar budaya,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi menambahkan bahwa selama ini pengelolaan Kota Lama melibatkan pihak swasta yang tergabung dalam Badan Pengelola Kawasan Kota Lama atau BP2KL terkait penyusunan SOP, penataan, penginventarisir bangunan dalam rangka penghidupan kembali kawasan bersejarah tersebut.

“Tapi kami tidak buru-buru karena revitalisasi Kota Lama sebagai bangunan cagar budaya tersebut tidak hanya terkait bangunan fisik semata. Melainkan bagaimana cagar budaya tersebut dapat mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (duh)