Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Sebelum Kenalan Dengan Bule, Baca Ini Dulu, Kas! (Bagian 1)

Sebelum Kenalan Dengan Bule, Baca Ini Dulu, Kas! (Bagian 1)

ilustrasi
ilustrasi

 

Kehadiran Warga Negara Asing (WNA) di sebuah kota menjadi salah satu perhatian tersendiri. Di Semarang barangkali tidak sebanyak di Yogyakarta atau Bali, namun semakin lama semakin banyak ditemui bule di kota Lumpia ini.

Agar turut menjadi destinasi wisata dan terbangun pesona untuk dikunjungi, anda juga harus memiliki sikap menyenangkan supaya berkesan dan mengajak rekan-rekannya untuk berkunjung. Sebab, sikap masyarakat menentukan bagaimana sebuah kota itu sendiri. Ada baiknya mengetahui hal-hal berikut ini:

1. Tidak semua bule yang anda temui itu adalah wisatawan. Mereka di antaranya ada sukarelawan/pekerja sosial, pertukaran pelajar, seniman yang sedang residensi, musikus independen yang melakukan tur panggung musik secara ilegal, ekspatriat pebisnis, dosen hingga peneliti.

2. Tidak semuanya mereka kaya, lalu muncul asumsi bahwa mereka mengunjungi Indonesia untuk berwisata dan menghamburkan uang.

3. Tidak semuanya suka dipanggil “Bule”, karena bagi mereka, panggilan tertentu yang mengidentikkan ras kaukasia (rambut blonde, kulit putih) itu terkesan diskriminatif. Sama halnya jika warga Indonesia dipanggil “Indon”.

4. Pagelaran seni dan budaya lebih menarik bagi mereka untuk dikunjungi, dibandingkan dengan datang ke tempat-tempat hiburan malam atau mal besar.

5. Sebagian besar yang datang ke sini sudah membaca buku atau browsing tentang tempat wisata yang akan dikunjungi. Ketika merekomendasikan tempat wisata, baiknya berikan yang belum populer tetapi layak untuk dikunjungi.

6. Jangan pikir dekat dengan Bule lantas bisa mengajak tidur. Film-film Hollywood yang menayangkan kesan seks bebas itu hanyalah ada di film semata.

7. Jika ingin berkenalan, jangan bercanda. Tetaplah sopan dan hindari pertanyaan berulang-ulang seperti: “Berapa lama di sini?” atau “Suka makanan Indonesia?”. Basa-basi yang menarik bisa dimulai dengan memberi ungkapan yang informatif seperti:
“Besok malam di tempat A ada acara B, mungkin kamu akan menyukainya.” atau “Di sini ada komunitas A, mungkin kamu bisa menemui banyak teman di sana.”.

(Bersambung)

GR, musisi muda berbakat Kota Semarang. Baru saja melepas masa lajangnya dengan seorang WNA.