Home > METRO BERITA > KULINER > Sebelum Tinggalkan Semarang, Jangan Lupa Oleh-olehnya

Sebelum Tinggalkan Semarang, Jangan Lupa Oleh-olehnya

image

LIBUR Lebaran segera berakhir. Saatnya kembali ke kota asal tempat mencari rezeki. Bagi Anda yang sempat singgah di Semarang, janganlah beranjak pergi tanpa membawa oleh-oleh khas kota ini. Apa saja? Berikut beberapa pilihan yang bisa Anda bawa pulang dari Semarang:

Kaus Gambang Semarang

Toko Kaos Gambang Semarang terletak di Ruko Jalan Tri Lomba Juang No 8 Semarang. Desainnya karena memiliki ciri khas berupa arsitektur, gambar maupun denah bangunan bersejarah dan terkenal kota Semarang. Diantaranya Tugu Muda, Lawang Sewu, Gereja Katederal, Museum Mandala Krida, kawasan jalan Pandanaran, kuil Sam Po Kong, kawasan Pecinan, Kota Lama dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Uniknya, gambar di kaus Gambang Semarang juga berisi sekilas cerita tentang sejarah bangunan yang ditampilkan. Ada kalanya terdapat tulisan berupa sindiran, saran dan kritik tentang keadaan kota Semarang. Saat ini kaus Gambang Semarang tersedia dalam beberapa pilihan desain menarik, ukuran dan warna kaos seperti hitam, putih, merah, pink dan abu-abu.

Bandeng Juwana

Bandeng Juwana adalah sebuah toko oleh-oleh khas Semarang yang terletak di Kawasan Pusat Oleh-Oleh Jalan Pandanaran. Ikon bandeng besar di bagian muka toko menjadi penanda yang mudah dicari pengunjung.

Produk andalan dari Bandeng Juwana adalah Bandeng Duri Lunak yang di proses dari Bandeng pilihan sehingga menghasilkan suatu produk yang berkualitas. Selain itu, Bandeng Juwana tidak hanya menyediakan Bandeng Duri Lunak saja, melainkan aneka produk olahan lainnya dengan bahan dasar bandeng seperti Otak-otak Bandeng, Bandeng Asap, Bandeng Goreng Telur dan masih banyak lagi.

Wingko Babad cap Kereta Api

Tahu wingko babad? Ya, salah satu makanan khas Semarang ini mirip kue yang berbentuk bulat pipih. Rasanya manis legit, dan terbuat dari adonan ketan, gula pasir, kelapa, garam dan air yang dipanggang di atas arang dalam tungku. Konon disebut wingko babad karena aslinya memang bukan dari Semarang. Melainkan berasal dari sebuah daerah bernama Babad di Jawa timur.

Kini penjual wingko banyak dijumpai di Kota Semarang dengan bermacam merek dagang. Tapi yang paling terkenal dan legendaris ialah Wingko Babad Cap Kereta Api. Wingko yang ini khusus dijual di sebuah toko yang terletak di Jalan Cendrawasih Kawasan Kota Lama.

Lumpia Semarang

Jajanan yang satu ini sudah identik dengan Kota Semarang. Saat ini, kios yang menjajakan lumpia sudah tersebar di tiga titik, dengan kios Lumpia Gang Lombok sebagai pelopornya.

Purnomo Husodo alias Siem Swie Kiem, yang membuka kios di Jalan Gang Lombok 11 ini merupakan generasi ketiga dari Thay Yoe-Wasih. Lumpia buatannya disebut-sebut yang paling terkenal dan tertua di Semarang. Dia tidak terlalu banyak melakukan pengembangan dengan mempertahankan isian lumpia dengan rebung, telur dan udang. dan Jalan Pandanaran.

Selain di Gang Lombok, lumpia khas Semarang juga bisa dijumpai di Jalan Pemuda. Pemiliknya adalah Mbak Lien, yang punya nama asli Siem Siok Lien. Berbeda dengan lumpia Gang Lombok, Mbak Lien menambah irisan ayam kampung ke dalam jajanan tersebut.

Masih ada pengembangan lain dari resep Thay Joe–Wasih. Yakni resep ala Siem Hwa Nio, kakak perempuan Purnomo Usodo. Sepeninggal Hwa Nio, anak-anaknya meneruskan resep lumpianya di Jalan MT Haryono, dikenal dengan Lumpia Mataram. Kios Lumpia Mataram mengembangkan usahanya dengan membuka beberapa cabang di Semarang hingga ke Jakarta. (MS-08)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link