Home > EXPLORE SEMARANG > Secuil Kisah Pembuat Bumerang Suku Aborigin yang Tinggal di Semarang

Secuil Kisah Pembuat Bumerang Suku Aborigin yang Tinggal di Semarang

METROSEMARANG.COM – Rumah di sudut Jalan Lamongan Raya Nomor 59 A Sampangan, Semarang itu pada Senin (27/2) siang tampak lengang. Tumpukan kayu berserakan di halaman depan, pertanda si empunya rumah sibuk mengerjakan pesanan dari bahan baku kayu.

Bumerang bikinan Haryo konon kerap dipakai oleh Suku Aborigin. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Haryo Pangarso, si pemilik rumah saat ditemui metrosemarang.com masih memoles beberapa pesanan. Ia mula-mula mengambil kertas tebal lalu direkatkan dengan kayu triplek, lembaran kayu jati serta material lainnya dari plastik.

“Plastiknya saya comot dari helm bekas, memang cocok dibuat bahan baku bumerang,” kata Haryo, sapaan akrabnya.

Agar bumerang buatannya punya kualitas mumpuni, ia butuh memperdalam ilmu fisika. Tiap hari ia mempelajari teori boil dan aerodinamika. Sebab tiap bumerang diperlukan keseimbangan pada kedua sayapnya.

Ketika membuat bumerang imajinasinya melayang seperti membuat pesawat terbang. Ia hafal betul bagaimana saat terbang tekanan udaranya semakin berkurang dan mendapat dorongan dari bawah. Sehingga bumerang dapat terbang lurus.

Bumerang buatannya memang terbilang istimewa. Bumerangnya bahkan disebut-sebut seringkali dipakai oleh sekelompok orang dari suku Aborigin Australia.

Bumerang sudah jadi gaya hidup sebagian masyarakat. Kini bumerang tak melulu dipakai oleh suku Aborigin. Tetapi juga dipelajari oleh para atlet hingga masyarakat luas.

Sebuah bumerang ia jual seharga Rp 10 ribu-Rp 25 juta. Ragam bentuk bumerang pun ia produksi secara masal. Mulai bumerang bergambar kapal Dewaruci, tokoh pewayangan Ramayana, gambar batik, bumerang lipat, hingga bumerang lampu.

Namun, sejak 2007 silam, bumerang buatannya digandrungi pelanggan dari luar negeri. “Pesanan juga datang dari Thailand dan Myanmar,” ungkap Haryo lagi.
Deni Suprana, seorang atlet bumerang salah satunya. Ia kerap memesan bumerang kepada Haryo untuk ikut kejuaraan. “Bumerangnya sangat bagus dan enggak gampang pecah. Makanya saya rutin pesan ke sini kalau mau lomba,” ujarnya.

Berkat bumerang buatan Haryo, ia mampu menjuarai kompetisi tingkat nasional. Dalam waktu dekat, ia akan ikut kontes internasional di Meksiko. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link