Home > METRO BERITA > Semangat Hari Pahlawan, Gadis-gadis Cantik Lakukan Ini di Simpang Lima

Semangat Hari Pahlawan, Gadis-gadis Cantik Lakukan Ini di Simpang Lima

METROSEMARANG.COM – Puluhan gadis-gadis cantik berulang kali menari dan meneriakkan yel-yel saat berada di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. Mereka terlihat kompak saat mengikuti perayaan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, Kamis (10/11).

Pegiat pariwisata Semarang berpartisipasi memeringati Hari Pahlawan di Simpang Lima. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pegiat pariwisata Semarang berpartisipasi memeringati Hari Pahlawan di Simpang Lima. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka berasal dari public relations (PR) yang tiap hari bekerja di hotel bintang empat mulai Star Hotel, Ciputra, Hotel Horison, Hotel Pangandaran, Oak Three Pangandaran hingga para pegiat wisata lokal.

Tiap PR tampil dengan balutan pakaian pejuang veteran dan memunguti sampah di Simpang Lima. Selain itu, ada pula yang memakai atribut perang layaknya pejuang kemerdekaan 45.

Benk Mintosih, Wakil Ketua PHRI Jateng bahkan mengaku tak gampang mengumpulkan para perempuan cantik itu untuk ikut acara Hari Pahlawan. Sebab, rutinitas yang padat membuat acara konsolidasi jadi terhambat.

“Untunglah mereka semua hari ini pada hadir di Simpang Lima sehingga acaranya dapat berjalan lancar,” ungkap Benak kepada wartawan saat acara berlangsung.

Menurutnya, Hari Pahlawan dijadikan ajang memperkuat kerjasama antar hotel diluar persaingan pemberian layanan yang ada selama ini.

“Boleh bersaing memberi pelayanan yang terbaik, tapi saat Hari Pahlawan kita harus bersatu menunjukkan jiwa nasionalisme bagi bangsa Indonesia,” katanya.

“Terlebih lagi, kita yang bekerja di dunia perhotelan juga menyumbagkan pendapatan sangat besar bagi negara. Kita ini pahlawan devisa. Kita yang membuat acara di Semarang tambah semarak, maka kita harus kompak dan jangan mudah terpecah-belah,” urainya.

Saat ini, potensi wisata di Semarang memang harus banyak dibenahi. Tak cukup dengan menjual keunikan arsitektur masjid, pagoda, klenteng dan kebun binatang saja.

Tapi, Semarang juga butuh tambahan destinasi wisata lainnya. “Karena tiap Sabtu Semarang selalu ramai. Jadi butuh tambahan destinasi wisata, soalnya lama tinggal wisatawannya baru berkisar pada angka 1,7 persen. Padahal, kalau bisa ditingkatkan jadi 2 persen agar lebih bagus lagi,” paparnya.

Ia pun mendorong pemerintah kota Semarang segera memperbanyak taman kota untuk menarik minat turis domestik. Di samping itu, Semarang yang terkenal dengan keunikan budayanya pun butuh sentuhan bangunan gedung Convention Hall dengan kapasitas super besar.

“Biar dapat menampung tamu-tamu negara sahabat yang menggelar pertemuan di sini, itu yang terpenting,” tukasnya. (far)