Home > METRO BERITA > Semarang Ingin Jadi Kota Atlet, Tiap Kecamatan Wajib Sediakan Lapangan Olahraga

Semarang Ingin Jadi Kota Atlet, Tiap Kecamatan Wajib Sediakan Lapangan Olahraga

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) berkeinginan menjadikan kota ini sebagai kota atlet. Nantinya di setiap kecamatan wajib menyediakan sebuah tempat untuk berolahraga bagi warga.

Gurun Risyadmoko
Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang Gurun Risyadmoko mengatakan, guna mewujudkan cita-cita sebagai kota atlet itu diperlukan sebuah dasar hukum, yaitu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Olahraga. ”Nanti diatur setiap kecamatan harus menyediakan space untuk berolahraga. Tidak harus lapangan sepakbola, minimal bisa lapangan tenis meja atau bulu tangkis,” katanya kepada metrosemarang.com, Rabu (15/2).

Tidak sekadar untuk berolahraga, tempat olahraga tersebut juga harus ramah lingkungan. Sehingga harus dilengkapi juga dengan taman dan sarana penghijauan lainnya. Dengan begitu masyarakat tertarik untuk berolahraga di tempat tersebut. “Agar saat ada kegiatan misalnya Liga RTRW, jika lapangan sepakbola, maka bisa dilaksanakan di lapangan tersebut,” ujarnya.

Tempat olahraga tersebut tidak harus hanya boleh digunakan untuk olahraga yang sifatnya prestasi. Namun juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga yang bersifat kreasi. Seperti di antaranya olahraga gobak sodor, egrang, dan lain-lain. Sebab untuk mengembangkan olahraga tradisional tersebut.

Saat ini, kata Gurun, sudah ada sejumlah kecamatan yang ditunjuk untuk menyediakan sebuah tempat olahraga sebagai percontohan kecamatan lainnya. Di antaranya Kecamatan Pedurungan dan Banyumanik, yang diminta membuat lapangan bola voli atau sepakbola.

Ditegaskan, bahwa kecamatan tidak harus memilih membuat lapangan sepakbola. Sebab untuk tingkat kota yang sangat mendesak dibutuhkan saat ini justeru lapangan bola voli. Selain itu, sebaiknya lahan yang diusulkan sebagai tempat olahraga adalah lahan bengkok atau milik pemerintah.

“Agar setelah dibangun tidak diminta yang punya lahan (kalau milik peorangan atau swasta). Sebab dibangunnya kan dengan anggaran APBD”, tegasnya tanpa menyebutkan anggaran yang disediakan.

Dengan tersedianya tempat-tempat olahraga yang memadai, harapannya akan banyak lahir para atlit dari kota ini. (duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link