Home > METRO BERITA > Semarang Makin Panas, Penjual Es Klamud Bisa Naikkan Omzet hingga 70 Persen

Semarang Makin Panas, Penjual Es Klamud Bisa Naikkan Omzet hingga 70 Persen

Kasih sedang menakar kelapa muda di warungnya. Saat cuaca panas seperti sekarang ini, dia bisa meraup untung besar dalam sehari. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Kasih sedang menakar kelapa muda di warungnya. Saat cuaca panas seperti sekarang ini, dia bisa meraup untung besar dalam sehari. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Sebutan Aceh sebagai Kota Serambi Mekah karena sangat kental suasana Arab, mungkin sudah cukup familier di telinga. Lantas, bagaimana dengan Semarang yang belakangan sangat terik? Bahkan ada yang menyebut sebagai miniatur neraka karena saking panasnya kota yang akan segera berusia 468 ini.

Tapi, teriknya Kota ATLAS ternyata juga memberi berkah khusus bagi para penjual minuman. Salah satunya es kelapa muda (klamud). Dengan suhu udara 30-33 derajat celcius saat siang hari, maka sangat wajar jika banyak yang berburu es klamud.

Kasih (46), penjual es klamud di kompleks kaki lima Jalan WR Supratman mengaku dalam dua pekan ini omzetnya meningkat hingga 70 persen. “Setiap hari bisa untung minimal Rp 500 ribu, tapi rata-rata bisa dapat jutaan,” ujarnya kepada metrosemarang.com, Senin (30/3).

Dalam sehari, Kasih bisa menghabiskan kelapa enam karung ketika musim panas datang. Beda dengan saat musim hujan, rata-rata per hari hanya menjual 3 – 4 karung buah kelapa. “Pas musim hujan sering buang kelapa satu karung setiap hari. Kalau cuaca panas kaya gini habis terus,” tambahnya.

Di warungnya, es klamud takaran satu kelapa utuh dijual Rp 12 ribu dan satu gelas Rp 4 ribu. Untuk rasa bisa memilih, yakni dicampur dengan sirup, gula jawa, atau gula pasir.

“Di sini semua alami alias tidak pakai bahan pengawet, dijamin seger. Pembeli bisa memilih sendiri mana kelapa yang dianggapnya muda,” tutur wanita yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan es klamud itu.

Dikatakannya, pembeli ramai biasanya ketika pukul 12.00 hingga menjelang magrib. “Itu kan pas panas-panasnya. Tapi malam kadang juga ramai. Saya memang biasa buka sampai jam 9 malam,” imbuhnya. (ans)