Beranda METRO GAYA Imlek Semarang Sembahyang Tutup Tahun, Tradisi Berbagi Kebahagiaan dengan Leluhur

Sembahyang Tutup Tahun, Tradisi Berbagi Kebahagiaan dengan Leluhur

BERBAGI
Tradisi bakar kertas uang sebelum Tahun Baru Imlek, sebagai simbol berbagi kebahagiaan dengan leluhur. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Tradisi bakar kertas uang sebelum Tahun Baru Imlek, sebagai simbol berbagi kebahagiaan dengan leluhur. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Hari ini, Rabu (18/2), tradisi sembahyang tutup tahun dilakukan warga Tionghoa menuju Tahun Baru Imlek 2566 yang tinggal satu hari lagi. Tradisi tersebut dilakukan sebagai penghormatan kepada leluhurnya.

Salah satunya keluarga Lian Setiawan (45) di Gang Tengah RT 1 RW 3 Kelurahan Kranggan. Mereka mempersembahkan bermacam makanan, minuman, dan buah-buahan kesukaan leluhurnya semasa hidup serta berdoa memohon agar mereka selalu bahagia dan bisa menikmati apa yang sudah dipersembahkan.

“Kami hidangkan kesukaan mereka waktu hidup, seperti mi ayam, es jus, apel, jeruk, dan lainnya,” katanya Lian kepada metrosemarang.com saat ditemui di rumahnya.

Setelah bersembahyang, lanjutnya, ada tradisi bakar kertas uang, kertas perak (yincoa), kertas merah, serta sedikit dari makanan dan minuman yang sudah dipersembahkan kepada leluhurnya . Menurut Lian, ini sebagai simbol berbagi rezeki karena hasil yang diperoleh tahun ini merupakan jerih payah leluhurnya terdahulu.

“Kertas perak untuk yang sudah meninggal, sedangkan kertas putih untuk dewa. Saya generasi ke-3, rezeki dan keberhasilan sekarang ini juga berkat generasi-generasi sebelumnya,” tambah karyawan swasta itu.

Baginya, pengalaman yang diperoleh tahun ini menjadi pelajaran untuk menjalani kehidupan di tahun berikutnya. Di tahun dengan shio kambing kayu mendatang ia berharap semua pekerjaan dan rezeki lancar, serta keluarga diberikan kesehatan. (ans)