Home > METRO BERITA > KULINER > Sensasi Menyantap Kerang Tiram ala Prancis

Sensasi Menyantap Kerang Tiram ala Prancis

METROSEMARANG.COM – Prancis merupakan negara favorit bagi para penikmat kuliner laut. Para pemanja lidah umumnya kerap berburu kerang untuk dinikmati beramai-ramai.

Kuliner kerang tiram ala Prancis kini bisa ditemui di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Fenomena orang Prancis yang doyan makan kerang rupanya telah menginspirasi warga Semarang untuk mengadopsi pengolahan menu berbahan dasar kerang.

Adalah Heru Wendy, yang terbesit ide untuk menyajikan menu kerang di warung seafood miliknya di Medoho, Semarang. Wendy, sapaannya mengolah kerang tiram menjadi masakan dengan rasa yang nikmat.

“Saat pergi ke Bali, saya lihat kerang tiram ini digandrungi banyak orang. Maka saya punya ide untuk memperkenalkannya di Semarang. Sebab, orang-orang baru mengenal olahan cumi, udang dan kerang kecil-kecil. Ketika saya jual kerang tiram, jumlah pembelinya ternyata sangat banyak,” kata Wendy saat membuka obrolan dengan metrosemarang.com, Rabu (6/12).

Cara mengolah kerang tiram berbeda dengan lainnya. Wendy mengaku punya jurus jitu agar kerang tiram yang tampak seperti batu itu dapat diolah jadi menu yang menggoyang lidah.

Ada tiga rasa yang ia sajikan yakni kerang bakar bumbu manis, original dan pedas manis. Jika di Bali seporsi kerang tiram dibanderol Rp 250 ribu. Di Semarang, harganya hanya Rp 25 ribu. “Jualan di Semarang yang penting murah, enak banyak,” kata dia.

Dalam sehari, ia mampu melayani 30 pembeli. Saat ditampilkan di sebuah festival di Mal Sri Ratu, ia mampu mencetak rekor penjualan mencapai 50 porsi. Ketika hujan pun pembeli rela antre di lapaknya.

Banyak pembeli yang penasaran dengan cara pengolahan dan cara menyantapnya. Ia mengatakan kerang tiram yang masih segar langsung dibakar di atas bara api sembari diolesi bumbu bawang putih, kecap manis dan gula jawa.

“Cukup lima menit jadi. Kalau di Prancis, kerang tiram cuma dikasih lemon sama garam,” bebernya.

Saban hari, ia mendapat pasokan 30 kilogram kerang segar dari nelayan Rembang. Mendapatkan bahannya gampang-gampang susah. Wendy harus memesan jauh-jauh hari untuk mendapat kerang tiram. Karena biasanya komoditas tersebut dijual ke Indonesia Timur.

Ia sangat tertantang menjual kerang tiram di Semarang mengingat peluang pasarnya terbuka lebar. Ia mengklaim satu-satunya orang yang berani menjual kerang tiram.

“Saya terus berivonasi biar ndak kalah saingan. Karena kan minat makan seafood di sini sangat tinggi. Tapi jarang yang tahu kerang bakar. Makanya, saya menyajikan sebuah menu anti mainstrem. Ini peluang sangat menjanjikan tanpa saingan sama sekali,” cetusnya.

Sedangkan, Firdaus Adinegoro, Koordinator Komunitas Kuliner Semarang memuji inovasi Wendy yang berani menyajikan menu berbahan dasar kerang tiram bercitarasa unik.

Baginya ini adalah langkah cerdas untuk menunjukan Semarang sebagai surganya masakan seafood. “Ini menegaskan bahwa kerang tiram jadi kuliner lokal karena jadi kreasi baru dengan bahan lokal yang unik sehingga mampu mengubah gaya hidup masyarakat Semarang,” tukasnya. (far)

Tinggalkan Balasan