Home > METRO BERITA > Serahkan 505.379 SPPT, Pemkot Target Penerimaan PBB Rp 330 Miliar

Serahkan 505.379 SPPT, Pemkot Target Penerimaan PBB Rp 330 Miliar

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 505.379 lembar SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diserahkan Pemkot Semarang kepada wajib pajak. Target penerimaan PBB tahun 2017 mendatang sebesar Rp 330 miliar.

Pembayaran PBB di Balai Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, target Rp 330 miliar itu naik 36,4 persen dari target 2016 yang senilai Rp 241 miliar. Kenaikan target penerimaan PBB karena banyak status tanah milik wajib pajak yang berubah.

”Ada yang tadinya tanah kosong kemudian berubah ada bangunannya, itu pembayaran pajaknya tentu berubah menyesuaikan,” kata Yudi, pada saat penyerahan SPPT PBB tahun 2017 di Balai Kota Semarang, Jumat (30/12).

SPPT PBB tahun 2017 diterima oleh para camat dan lurah untuk secepatnya dibagikan kepada wajib pajak melalui RT/RW sesuai alamat. Sebab akan sangat menentukan keberhasilan dalam pemungutan PBB dan penerimaan BPHTB.

Penyerahan SPPT sengaja dilakukan di penghujung tahun 2016 agar ada percepatan pencapaian penerimaan PBB. Selain sebagai bentuk peningkatan pelayanan PBB kepada wajib pajak.

Langkah-langkah untuk percepatan mencapai target penerimaan juga akan dilaksanaka. Di antaranya akan melakukan upaya yustisi kepada wajib pajak yang tidak membayar pajak, dan penerapan e-Tax atau pembayaran pajak elektronik secara online.

”Untuk kepatuhan wajib pajak sendiri sudah cukup bagus 70-80 persen membayar tepat waktu. Kita harapakan terus meningkat karena pajak itu untuk pembangunan,” ujarnya.

Sementara untuk pendapatan pajak daerah 2016 secara keseluruhan dari 11 jenis pajak termasuk PBB, dari perhitungan sampai 22 Desember tercapai Rp 965,7 miliar. Atau persentasenya tercapai 112 persen dari target Rp 886,9 miliar. Di tahun 2017 targetnya naik 21,84 persen atau menjadi Rp1,080 triliun.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, setelah penyerahan SPPT PBB petugas harus aktif mensosialisasikan ke masyarakat. Bahwa pajak yang dibayar ke pemerintah kembalinya ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

”Harus ada peningkatan pendapataan PBB. Karena harga tanah dan bangunan di pasaran di Semarang tentunya juga semakin meningkat. Semakin besar pendapatan maka pembangunan akan semakin banyak,” katanya yang akrap disapa Hendi.

DPKAD juga harus cek tanah-tanah yang di sekitarnya sudah dibangun jalan dan salurannya oleh pemkot dengan dana miliaran rupiah. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah tersebut harus disesuaikan dengan kenaikan nilai tanah tersebut.

”Tanah nganggur sepanjang itu di tempat strategis dan harganya mahal juga harus disesuaikan NJOPnya,” ujarnya.

Pemkot juga akan terus melakukan terobosan sebagai upaya meraih pendapatan PBB. Seperti setiap akhir tahun melakukan pengundian wajib pajak yang bayar tepat waktu sebelum jatuh tempo dengan hadiah motor hinggal mobil. (duh)