Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Serikat Pekerja Ingin Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Dilanjutkan

Serikat Pekerja Ingin Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Dilanjutkan

METROSEMARANG.COM – Federasi Serikat Pekerja Anak Perusahaan Semen Indosia (FSPAP-SI) mendukung agar pabrik semen di Rembang tetap berjalan. Penghentian proyek bernilai triliunan rupiah itu dinilai bisa mengancam kehidupan ribuan karyawan.

Foto: istimewa
Foto: istimewa

FSPAP-SI yang menaungi para pekerja dari delapan anak usaha Semen Indonesia yakni Swabina Gatra, Swadaya Gatra, Varia Usaha, PT Cipta Nirmala, IKSG, KWSG, UTSG, SGG Energi Prima, tak ingin pabrik semen di Rembang berhenti di tengah jalan.

“Saat ini tenaga kerja dari delapan anak perusahan SMI yang terlibat di proyek Rembang mencapai 5 ribu orang. Nanti kalau pabrik sudah beroperasi jumlahnya akan meningkat jadi 6 ribu orang,” kata Ketua FSPAP-SI Warsyim saat memberikan pernyataan sikap di Tuban, Rabu (26/10).

Seperti diketahui, berdasarkan informasi dari website resminya, Mahkamah Agung (MA), membatalkan izin lingkungan pabrik Rembang. Kendati salinan putusan resminya belum keluar, informas ini mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Penghentian proyek Rembang dianggap menjadi kabar buruk bagi iklim investasi di Indonesia. Termasuk bagi FSPAP-SI yang punya andil besar pada pembangunan pabrik yang direncanakan beroperasi di awal 2017 tersebut.

“Contoh, PT Varia Usaha (VU) anak usaha Semen Indonesia, sudah menanamkan investasi di Rembang senilai ratusan miliar. Belum termasuk ribuan tenaga kerja yang mayoritas warga Rembang,” imbuh Warsyim.

“Maka itu, FSPAP-SI tidak rela bila pabrik Rembang terhenti di tengah jalan. Proyek Rembang harus tetap jalan dan beroperasi sesuai jadwal. Intinya kita support penuh,” tegasnya.

Sebelumnya Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI), Serikat Karyawan Semen Gresik (SKSG) serta Serikat Karyawan Semen Padang (SKSP) telah menyatakan sikap mendukung pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang agar terus berjalan. SKSI, SKSG dan SKSP mendesak pemerintah berperan aktif serta megambil langkah strategis dan konkret demi menjaga keberlangsungan hidup BUMN.

Untuk melakukan upaya hukum, SKSI dan SKSG telah menggandeng kuasa hukum yakni Tim Advokasi Penyelamatan Investasi Negara (TAPIN) yang terdiri dari beberapa pengacara nasional di antaranya Mahendradata, Achmad Michdan dan Ahmad Kholik. (*)