Home > METRO BERITA > Shelter Trans Semarang Depan SMAN 5 akan Dijadikan Pos Dishub

Shelter Trans Semarang Depan SMAN 5 akan Dijadikan Pos Dishub

METROSEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan memasang beberapa shelter tambahan untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang seiring dengan pemberlakuan jalur searah. Jumat (17/2), pihaknya mulai menerapkan jalur searah di tiga ruas baru yakni Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Piere Tendean.

Wali Kota Hendi didampingi wakilnya saat meresmikan jalur searah tahap 4 di Jalan Pemuda, Jumat (17/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Ada beberapa shelter tambahan yang akan dipasang di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Piere Tendean, menyesuaikan dengan adanya pemberlakuan jalur searah,’’ kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Tri Wibowo, saat penerapan jalur searah di Jalan Pemuda, Jumat (17/2).

Pemberlakuan jalur searah tahap keempat ini ditandai dengan pemotongan pita di ujung Jalan Pemuda kawasan Tugu Muda oleh Wali Kota Semarang. Sebelumnya wali kota dan wakil wali kota beserta rombongan juga menandai dengan naik BRT Trans Semarang dari Jalan Pemuda dan memutar di bundaran Kali Banteng kembali ke kawasan Tugu Muda.

Dinas Perhubungan telah memasang rambu larangan lewat di Jalan Pemuda bagi pengendara kendaraan dari Tugu Muda ke arah  Johar. Dan diarahkan untuk lewat Jalan Imam Bonjol terus ke Jalan Piere Tendean dan baru ke Jalan Pemuda arah Johar.

‘’Ini (pemberlakuan jalur searah) tahap keempat, untuk sementara ini yang terakhir, tapi akan kita evaluasi,’’ ujar Tri Wibowo.

Dia memastikan, tidak ada shelter di tiga ruas jalan tersebut yang akan dibongkar. Seperti shelter di depan SMAN 5 di Jalan Pemuda, meski jadi jalur searah namun shelter tersebut tetap akan berdiri dan difungsikan sebagai pos petugas Dinas Perhubungan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemberlakuan jalur searah akan dievaluasi setelah nanti berjalan satu bulan. Harapannya semua akan berjalan lancar dan bisa jadi sebuah alternatif rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Dia mengakui, masyarakat pasti masih banyak yang bertanya dan tidak puas, karena jalur yang tadinya dekat menjadi jauh. Tetapi, menurutnya jalur dekat kalau macet pun juga akan bikin stres. Sehingga lebih baik jalurnya agak panjang tapi nyaman dan lancar.

‘’Kalau hanya berdiam diri saja ya semuanya bisa. Tapi ini kita coba lakukan sesuatu, mudah-mudahan pas, tepat dan bermanfaat. Kalau tidak bermanfaat dan tepat ya kita evaluasi lagi,’’ katanya. (duh)