Home > METRO BERITA > PERISTIWA > Siang Bolong, Rampok Beraksi di Jembatan Tugu Suharto

Siang Bolong, Rampok Beraksi di Jembatan Tugu Suharto

Korban perampokan di Jalan Papandayan saat mengadu kepada polisi. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Korban perampokan di Jalan Papandayan saat mengadu kepada polisi. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Sungguh malang nasib  MST bocah 14 tahun warga Kalipancur, Ngaliyan. Kenekatan pelajar SMP ini membawa motor bapaknya untuk berenang di Ungaran malah berakhir petaka. Honda Beat yang dia tumpangi dirampas tiga pria di Jalan Papandayan.

Aksi perampokan itu terjadi di siang bolong, Minggu (7/12), sekitar pukul 13.00. Saat itu ia bersama temannya, AR sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah. Sesampainya di Jembatan Tugu Suharto, keduanya dihentikan tiga orang pria tak dikenal menggunakan motor Jupiter MX warna merah.

“Tiba-tiba dipepet suruh berhenti, terus barang-barang saya diminta. Saya juga diancam, kalau teriak mau dibunuh,” tuturnya saat mengadu ke Mapolrestabes Semarang, dengan ditemani sang ayah, Rabu (10/12) sore.

Dari Tugu Suharto, dua pelajar SMP dibonceng salah satu pelaku dan diajak ke arah Jalan Papandayan. “Kami dipaksa ikut. Sampai di Jalan Papandayan, kami ditinggal dan motornya dibawa  sama mereka,” imbuh MST.

Korban yang ketakutan hanya bisa pasrah melihat motor Honda Beat dengan nomor polisi H 3164 JQ beserta surat-surat kendaraan dibawa kabur kawanan perampok tersebut.

Sementara, sang korban, Prawito (47) mengaku pertama kali mengetahui anaknya menjadi korban perampokan justru dari seorang teman yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. “Awalnya dia tidak bilang mau ke Ungaran. Saya juga kaget dia dirampok,” ucap Prawito.

Akibat aksi perampokan tersebut, selain mengalami trauma, korban juga kehilangan sebuah ponsel Nokia, power bank, dan sebuah dompet. Sampai saat ini, kasus ini masih ditangani Unit Reskrim Polrestabes Semarang. (yas)