Home > METRO BERITA > Silpa Masih Tinggi, Dewan Soroti Usulan Kenaikan TPP

Silpa Masih Tinggi, Dewan Soroti Usulan Kenaikan TPP

METROSEMARANG.COM – Usulan kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun 2017 sebesar 43 persen disorot anggota DPRD Kota Semarang. Kenaikan tiap tahun itu dinilai belum diiringi peningkatan kinerja para pegawai.

Apel Terpusat di Halaman Balai Kota, Jumat (1/7). Foto: metrosemarang.com/dok
Apel Terpusat di Halaman Balai Kota, Jumat (1/7). Usulan kenaikan TPP pada 2017 mendapat kritik DPRD Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Golkar, Wisnu Pujonggo, salah satu yang mempertanyakan klaim pemkot bahwa kenaikan TPP telah meningkatkan kinerja pegawai. Di lapangan faktanya masih banyak keluhan dari masyarakat.

”Banyak keluhan masyarakat baik terkait kedisiplinan maupun pelayanan pegawai dalam menjalankan tugasnya,” katanya, ketika memberi pandangan usulan kenaikan TPP 2017 dari Pemkot dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (14/11).

Selain itu, bukti paling valid sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Pemkot Semarang setiap tahun cukup besar nilainya. Bahkan cenderung bertambah, di mana terakhir tahun 2015 mencapai sekitar Rp 1,1 triliun.

Joko Susilo, anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan juga mengatakan, banyak PNS yang masih ke luar kantor pada jam kerja. Dan masih ada ketimpangan beban kerja setiap PNS.

”Misalnya, masih ada kelurahan yang hanya memiliki satu kepala seksi. Sehingga beban kerjanya lebih berat dibanding PNS yang ada di tempat lain,” katanya.

Sementara Rukiyanto, dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan dengan kenaikan TPP harus dipastikan tidak ada pungutan liar (pungli) pegawai dalam pelayanan kepada masyarakat. Kapan pun, di mana pun dan dalam bentuk apapun. (duh)