Home > METRO BERITA > SEMARANG UNDERCOVER > SISI LAIN: 3 Tahun di SK, Bunga Bisa Beli Tanah & Bangun Rumah

SISI LAIN: 3 Tahun di SK, Bunga Bisa Beli Tanah & Bangun Rumah

image
Foto: ilustrasi

Bunga, bukan nama sebenarnya (18 tahun) tak pernah membayangkan hidup di sebuah lokalisasi bernama Sunan Kuning (SK) dan merelakan tubuhnya jadi obyek kenikmatan para lelaki hidung tokek. Perempuan berlesung pipi dengan kulit hitam manis ini hanya tersenyum simpul saat ditanya alasannya terjerumus ke bisnis lendir ini.

“Yo jan-jane yo sopo mas sing gelem urip koyo ngene, ”  ujarnya ketika ditemui di suatu sore. Dengan sesekali menghembuskan asap rokok mild yang disedotnya, akhirnya Bunga berkisah tentang perjalanan hidupnya hingga seperti sekarang ini. Karena pergaulan yang kebablasan, Bunga yang saat itu masih duduk di bangku SMP hamil di luar nikah. Dan akhirnya terpaksa ia keluar dari sekolah. Orang tuanya pun malu bukan kepalang. Beberapa bulan kemudian lahir, bayi yang dikandungnya. Meski tak jelas siapa bapaknya.

Tak tahan dengan cibiran warga di kampungnya, Bunga akhirnya nekat pergi dari rumah. Bunga pamit ke orang tuanya untuk bekerja di Semarang yang berjarak sekitar 70 kilometer dari desa kelahirannya. Orang tuanya yang hanya buruh tani pun tak bisa berbuat banyak.

Berbekal nomor telepon genggam teman sedesanya, Bunga tiba di Semarang dan diajak ke sebuah tempat dimana rumah-rumah warga bercampur dengan warung dan karaoke. Ya, Bunga beberapa hari kemudian sadar bahwa ia berada di lokalisasi SK. Singkat cerita, lewat temannya tadi, Bunga dikenalkan dengan seorang germo dan mulailah Bunga terjun di bisnis maksiat ini.

Tak terasa 3 tahun berlalu. Bunga sesekali pulang ke kampungnya. Kepada orang tuanya ia mengaku bekerja di rumah makan di Semarang. Setiap pulang, Bunga selalu membawa uang yang cukup banyak untuk ukuran orang desanya.

Selain untuk biaya hidup anaknya yang masih balita, Bunga juga menabung hasil jerih payahnya itu. Dan setahun yang lalu, dari tabungannya Bunga mampu membeli sebidang tanah seluas 300 m2 dan membangun sebuah rumah berdinding tembok dan berlantai keramik.

“Kadang-kadang bisa menabung uang banyak sampai jutaan setiap bulan kalau lagi banyak tamu. Sekali melayani tamu saya bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, kalau cuma menemani karaoke per jamnya 25 ribu,” tutur Bunga sembari kembali menghisap rokok mild-nya.

Ketika ditanya kapan ia akan berhenti dari dunia penuh maksiat ini, Bunga menjawab enteng: “Mbuh, mas.. penting enjoy aja dulu…” (*)