Home > METRO BERITA > Siswa Penganut Kepercayaan Ini Ternyata Sudah Tahu bakal Tinggal Kelas

Siswa Penganut Kepercayaan Ini Ternyata Sudah Tahu bakal Tinggal Kelas

METROSEMARANG.COM – Siswa SMK Negeri 7 Semarang penganut kepercayaan, ternyata sudah tahu dirinya tidak akan mendapatkan nilai agama, sehingga dia tidak naik kelas. Hal itu juga dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh siswa berinisial ZNR tersebut.

Melalui surat pernyataannya tersebut, ZNR mengakui tidak mengikuti mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajarkan setiap hari Kamis. Ia juga mengaku siap untuk tidak mendapat nilai pada mata pelajaran pendidikan agama Islam untuk semester 3-4.

“Tidak ada paksaan dalam penulisan surat pernyataan tersebut,” ungkap Netty Pietersina  Engel, Waka Humas SMK 7 Semarang, Rabu (27/7).

smkn-7-semarang

Saat ini siswa tersebut masih berstatus sebagai siswa SMK 7 Semarang. Pada Senin (25/7), dia juga masih mengikuti proses belajar mengajar. Namun sejak Selasa (26/7) kemarin, ZNR tidak masuk tanpa memberikan keterangan kepada pihak sekolah.

“Senin masih berangkat sekolah, tapi hari ini dan kemarin tidak masuk. Mungkin dia tertekan karena pemberitaan di media,” imbuh Netty.

Menurut Netty, informasi yang beredar bahwa pihak sekolah melakukan pemaksaan, disinyalir lantaran ada pendekatan secara personal antara guru agama dan ZNR. Pendekatan itu diklaim sebagai cara untuk membujuk dan mengarahkan yang bersangkutan agar mengikuti pelajaran pendidikan agama Islam sesuai data yang diisi saat awal masuk sekolah, dengan harapan dia tetap mendapat nilai.

Dia menambahkan, pihak sekolah mengaku belum dapat memfasilitasi penganut kepercayaan. Hal ini karena dalam peraturan pendidikan hanya ada enam ajaran agama yang difasilitasi. “Apalagi sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari yang bersangkutan bahwa dirinya telah mengubah status sebagai warga beragama Islam menjadi penganut kepercayaan,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan data-data yang ditunjukkan pihak sekolah, ZNR masuk SMK 7 pada tahun 2014 melalui sistem online. Sesuai data pribadi siswa (DPS) yang diisi, ZNR adalah penganut agama Islam. Begitu pula data dalam kartu keluarga menunjukkan bahwa seluruh keluarga ZNR beragama Islam.

ZNR masih mengikuti pelajaran agama Islam di kelas X, yang berisi materi teori. Namun saat naik kelas XI, yang bersangkutan mulai tidak mengikuti mata pelajaran agama Islam. Sebabnya, kelas XI lebih banyak praktik, seperti salat dan membaca Alquran. (vit)