Home > METRO BERITA > Siswa SMA Kebon Dalem Ciptakan Sabun dari Minyak Jelantah, Kok Bisa?

Siswa SMA Kebon Dalem Ciptakan Sabun dari Minyak Jelantah, Kok Bisa?

METROSEMARANG.COM – Siapa sangka minyak goreng bekas atau biasa disebut minyak jelantah dapat disulap menjadi sabun mandi. Angelia Qalista, Natalia Dwi Liem dan Melina Justine, di tangan mereka minyak jelantah mampu diubah menjadi sabun mandi antiseptik transparan.

Natalia dan Melina memperagakan proses pembuatan sabun antiseptik transparan dari minyak jelantah. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Natalia dan Melina memperagakan proses pembuatan sabun antiseptik transparan dari minyak jelantah. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Sabun kreasi siswa SMA Kebon Dalem Semarang ini tak kalah dibanding sabun yang dijual di pasaran. Bahkan sabun tersebut juga berbau harum. Hasil pengujian menunjukkan derajat keasaman (pH) dari sabun mereka berada pada angka 8 yang berarti aman bagi kulit.

Natalia menjelaskan ide awal pembuatan sabun lantaran banyaknya masyarakat yang memakai minyak goreng berulang kali. Sementara idealnya minyak goreng maksimal hanya dapat digunakan sebanyak tiga kali saja.
“Jika lebih maka akan berbahaya bagi kesehatan tubuh,” papar Natalia, baru-baru ini.

Akhirnya ia dan dua rekannya berusaha menciptakan sabun mandi transparan dengan minyak jelantah sebagai bahan dasar. Cara pembuatannya cukup sederhana. Minyak jelantah disaring terlebih dahulu agar bersih dari sisa bekas gorengan. Selanjutnya diberi arang aktif untuk menghilangkan bau yang masih tertinggal dalam minyak bekas. Perbandingannya 50 mililiter minyak bekas dicampur dengan tiga sendok makan arang aktif.

Selanjutnya, minyak kembali disaring menggunakan kertas saring. Minyak yang sudah disaring tersebut kemudian dicampur dengan natrium hidroksida (NaOH) atau soda api, untuk dipanaskan dengan suhu 50 derajat celcius selama 30 menit, sambil terus diaduk. “Suhunya harus dijaga agar stabil dan diaduk, tujuannya agar larutan tidak pecah,” imbuh siswa kelas 12 IPA tersebut.

Hasil pemanasan minyak jelantah yang sudah dicampur arang aktif dan NaOH akan menghasilkan lapisan bening kekuningan dan lapisan putih bening. Lapisan putih bening yang berada paling dasar inilah yang digunakan lalu dicampur dengan pewangi.

“Dari hasil pengukuran kandungan PH, sabun yang kita hasilkan mengandung besaran 8,” tambah Melina.

Mereka berharap sabun minyak jelantah tersebut dapat dikembangkan dalam skala produksi dan dikomersilkan. “Kami juga ingin berbagi dengan masyarakat yang mau mencoba membuat sabun mandi atau detergen, bisa melalui grup PKK atau Karang Taruna. Jadi penelitian kami ini bisa lebih dimanfaatkan lagi,” pungkas Melina. (vit)