Home > METRO BERITA > Siswa SMP 2 Semarang Torehkan Prestasi di Beijing

Siswa SMP 2 Semarang Torehkan Prestasi di Beijing

METROSEMARANG.COM – Tiga siswa SMP Negeri 2 Semarang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional lewat ajang The 8th Asean+3 Student Camp and Teacher Workshop for The Gifted in Science, di Beijing, Cina pada 16 Januari lalu.

Kiri ke kanan, Muhammad Bai’ata Farisi, Foundra Amabel Aryona, dan Ali Akbar Alaydrus. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Ketiga siswa yang baru duduk di bangku kelas VII tersebut adalah Foundra Amabel Aryona, Muhammad Bai’ata Farisi, dan Ali Akbar Alaydrus. Mereka sukses membuat bangga keluarga dan sekolah setelah berhasil menyabet medali emas dan perak.

Medali emas diraih oleh Fu, panggilan akrab Foundra berkat konsep Bugs Over Brigde. Fu mengaku dalam ajang tersebut ia tidak satu tim dengan dua temannya dari SMP 2.

“Beda tim, aku di kategori jembatan, Faris di 3D Printing, kalau Ali di Rocket and satelite,” beber Fu saat ditemui┬ámetrosemarang.com┬ádi kantor kepala sekolah, belum lama ini.

Fu dan rekan setimnya dari Korea berhasil memukau juri dengan karya jembatan yang dikombinkasikan dengan panel surya dan turbin angin. Desain, ide, dan fungsi jembatan kreasinya ini dianggap dapat benar-benar terealisasikan sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Sementara Faris menciptakan pen holder atau tempat pensil dengan sistem 3D printing. Ia bersama dua rekan setimnya dari Myanmar dan Cina membuat kotak pensil berbentuk tiga buah prisma yang disatukan dengan satu buah tabung silinder. Kapasitas kotak pensil ciptaannya ini bisa mencapai 150 cm kubik tiap prisma.

“Tiga prisma itu lambang dari tiga negara Indonesia, Myanmar, dan Tiongkok, dengan tabung yang menunjukkan bukti kekompakan,” ucapnya.

Karya Faris hanya mampu menyabet medali perak karena dinilai terlalu rumit. Padahal salah satu kriteria penilaian adalah bentuk dan ukuran yang simpel namun berkapasitas besar.

Sedangkan Ali, mengaku sempat mengalami kekeliruan saat memilih katagori roket. Hal ini menurutnya juga berimbas pada kurang maksimalnya roket buatannya.

“Persiapannya saya satelit karena kan katagorinya roket dan satelit, ternyata fokusnya ke roket,” ungkap Ali.

Sementara, Kepala SMP 2 Semarang, Teguh Waluyo menuturkan, keikutsertaan siswa SMP 2 dalam ajang tersebut bukan kali pertama. Dan tiap tahunnya siswa yang dikirim selalu mempersembahkan emas.

“Bangga dan tentunya dukungan orang tua sangat besar, karena semua biaya ke sana ditanggung orang tua,” tukasnya. (vit)