Home > METRO BERITA > SMK 7 Semarang Bantah Paksa Siswanya Menganut Agama Tertentu

SMK 7 Semarang Bantah Paksa Siswanya Menganut Agama Tertentu

METROSEMARANG.COM – Siswa SMK Negeri 7 Semarang berinisial ZNR terpaksa tinggal kelas karena menolak mengikuti kegiatan praktik salat dan baca tulis Alquran sesuai materi dalam pendidikan agama Islam. Pihak sekolah pun membantah tudingan telah terjadi pemaksaan terhadap siswanya yang menganut aliran kepercayaan tersebut.

Netty Pietersina Engel (kiri) Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Netty Pietersina Engel (kiri)
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Netty Pietersina Engel, Waka Humas SMK 7 Semarang mencoba menguraikan kronologi kasus yang menimpa salah satu siswanya itu. Dia membenarkan jika ZNR tidak naik ke kelas XII karena tidak memperoleh nilai salah satu mata pelajaran, yaitu agama.

Padahal, kata dia, persyaratan untuk kenaikan kelas adalah terpernuhinya semua mata pelajaran yang harus diikuti siswa. Sementara ZNR tidak memiliki nilai mata pelajaran agama pada semester 3 dan 4.

Berdasarkan data-data yang ditunjukkan pihak sekolah, ZNR masuk SMK 7 pada tahun 2014 melalui sistem online. Sesuai data pribadi siswa (DPS) yang diisi, ZNR adalah penganut agama Islam. Begitu pula data dalam kartu keluarga menunjukkan bahwa seluruh keluarga ZNR beragama Islam.

“Namun saat naik kelas XI yang bersangkutan mulai tidak mengikuti mata pelajaran agama Islam. Materi kelas X lebih banyak teori, sementara kelas XI lebih banyak praktik, seperti salat dan membaca Alquran,” kata Netty kepada metrosemarang.com, Rabu (27/7).

Lebih jauh dia memaparkan, pihak sekolah juga sudah melakukan pendekatan kepada ZNR, hingga yang bersangkutan mengaku menjadi penganut kepercayaan. Kendati ZNR tidak mengungkapkan secara langsung bahwa dia tidak mau mengikuti mata pelajaran agama Islam, namun hingga akhir rapat pleno dia tetap tidak memiliki nilai pada mata pelajaran agama, sehingga tidak naik kelas.

Menurut Netty, pihak sekolah sampai saat ini belum menerima surat atau pernyataan dari keluarga siswa tersebut terkait perubahan status penganut kepercayaan, sehingga sesuai data yang dimiliki sekolah, ZNR masih beragama Islam.

“Pendekatan sudah kami lakukan, bahkan kami sudah memberi pengarahan agar tetap mengikuti pelajaran agama seperti pelajaran lain bukan masalah akidah. Jadi, tidak ada pemaksaan dalam beragama,” beber Netty.

Netty menegaskan bahwa sampai saat ini ZNR masih berstatus sebagai siswa SMK 7 Semarang, Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, rencananya akan dilakukan mediasi antara pihak sekolah dan siswa yang bersangkutan yang dijadwalkan pada Jumat (29/7) mendatang. (vit)