Home > METRO BERITA > BERITA FOTO > Soal Stiker Uji KIR Kadaluwarsa pada BRT yang Kecelakaan di Papandayan, Ini Penjelasannya

Soal Stiker Uji KIR Kadaluwarsa pada BRT yang Kecelakaan di Papandayan, Ini Penjelasannya

METROSEMARANG.COM – Kepala BLU UPTD Terminal Mangkang Joko Umboro Jati, menyayangkan ulah operator koridor II yang tak jeli dalam mengelola armadanya. Pasalnya, ia menemukan adanya stiker uji KIR kedaluwarsa yang masih dipasang pada bodi bus nahas tersebut.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Secara keseluruhan, ia berdalih BRT masih layak jalan membawa 24 penumpang. Ia bilang, “Bus sudah uji layak jalan pada Juni 2016 dan baru habis 16 November besok. Memang ada strikernya yang kedaluwarsa, makanya banyak yang memberitakan bus tak laik jalan,” ungkapnya, Kamis (21/7).

Tak heran, pasca kecelakaan maut itu banyak yang menuding Toni Sunarwanto, sang sopir sebagai biang masalah. Namun, ia kembali menegaskan, kalau sejauh ini belum ditemukan kerusakan mesin maupun alat pengereman pada bus tersebut.

“Kami tidak mau mengambinghitamkan sopirnya. Karena, tindakannya sudah benar dengan membanting setir ke kiri dan lewat jalur lambat. Jadi meski terguling, tapi tidak ada korban jiwa. Penumpangnya cuma luka-luka,” kata Joko.

Toni, lanjutnya diketahui dalam kondisi tenang saat mengemudikan bus. Pun demikian saat melewati turunan Kagok, bus tidak berjalan kencang dengan jalanan menurun yang landai.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui rem bus tidak blong. Toni diyakini tidak panik tatkala mengendalikan bus nahas itu. (far)