Home > METRO BERITA > Sobek Alquran, Jebolan Fakultas Kedokteran Ini Dipenjara 18 Bulan

Sobek Alquran, Jebolan Fakultas Kedokteran Ini Dipenjara 18 Bulan

METROSEMARANG.COM – Andrew Handoko, seorang sarjana Fakultas Kedokteran di sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah dijatuhi hukuman penjara satu tahun enam bulan setelah terbukti bersalah melakukan tindakan penistaan agama.

Andrew berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dalam persidangan di PN Semarang, Senin (20/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Andrew yang duduk di muka sidang Pengadilan Negeri (PN) Semarang, menjalani sidang vonis, Senin (20/3). Pudji Widodo, Ketua Majelis Hakim PN Semarang menegaskan ulah Andrew yang menyobek kitab suci Alquran telah memenuhi semua unsur yang ada dalam dakwaan pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Andrew secara sah terbukti menodai agama dengan merobek Alquran serta buku terjemahnya. “Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara,” kata Pudji.

Unsur pidana yang ia maksud meliputi pasal 156a yang berbunyi setiap orang, dengan sengaja di muka umum dan mengeluarkan upaya permusuhan terhadap agama atau kepercayaan. Tak hanya itu saja, katanya, Andrew juga sengaja terbukti dengan perbuatannya menyobek bagian Alquran terjemahnya meski dalam keadaan mabuk atau tidak sadar.

Majelis hakim menyatakan telah membuktikan semua unsur dakwaan di atas. Selama sidang, satu persatu kebenaran telah terungkap.

Ditambahkan oleh Pudji bahwa untuk unsur lainnya pun terbukti secara jelas. Walau perbuatan dilakukan di dalam kamar kos milik saksi, atau tidak dilihat orang lain. Hakim membuktikan saksi melihat terdakwa merobek dalam lampu kamar yang sedang menyala.

“Terdawa mampu mengikuti pertanyaaan dan menanggapi sehingga mampu mempertanggungjawabkan. Terdakwa punya pendidikan yang tinggi sebagai lulusan Kedokteran. Sehingga, tidak ada alasan pemaaf dan pembenar,” sambungnya.

Pudji menyatakan, Alquran wajib dihormati sebagai simbol umat Islam. Kalau kitab suci itu dirusak, akan menyebabkan ketersinggungan umat Islam.

“Dapat disimpulkan merobek Alquran dan terjemahnya itu menyinggung perasaan umat Islam dan memenuhi unsur penodaan agama,” cetusnya.

Usai hakim mengetuk palu, Andrew yang mengenakan kemeja panjang berwarna putih sudah menyadari kesalahannya. Ia mengakui telah menyobek Alquran dalam kondisi mabuk dan masih tersadar.

Vonis hakim atas kasus penistaan agama ternyata masih ringan apabila tuntutan jaksa yang menginginkan penjara tiga tahun enam bulan. Andrew melalui kuasa hukumnya memilih pikir-pikir dan belum mengambil langkah hukum selanjutnya. “Kami pikir-pikir dulu yang mulia,” ujar Dion, kuasa hukum Andrew.

PN Semarang sebelumnya menampilkan berbagai barang bukti yang disita, antara lain Alquran dan bukti terjemahan Bahasa Indonesia dan telepon pintar jenis BlackBerry putih. (far)