Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Software Ini Dipakai Udinus untuk Tekan Plagiasi

Software Ini Dipakai Udinus untuk Tekan Plagiasi

turnitin

SEMARANG – Plagiarisme atau pengakuan karya milik orang lain sebagai milik sendiri, kini makin merebak di berbagai bidang. Sebagai antisipasi, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mulai menggunakan piranti lunak yang menyediakan fitur anti plagiasi, yaitu Turnitin.

Akhir Maret lalu, pihak Udinus menandatangani service agreement dengan Igroup (Asia Pacific) Ltd. Penandatanganan tersebut sebagai upaya dalam mengantisipasi plagiasi yang belakangan ini semakin marak di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Rektor 3 Bidang Riset dan Kerjasama Udinus, Pulung Nurtantio Andono mengatakan, turnitin murapakan piranti lunak yang menyediakan fasilitas untuk mendeteksi suatu tindakan plagiasi pada karya tulis, skripsi, dan tugas akhir. “Software Turnitin ini memiliki 3 fitur handal yaitu Original Check, GradeMark, dan PeerMark,” ujarnya, Senin (6/4).

Dijelaskannya, fitur Original Mark bertugas mengecek suatu karya melalui penyocokan suatu teks dengan informasi yang terdapat pada web repositoris atau sekumpulan aplikasi yang terdapat didalam web tersebut. Untuk GradeMark bertugas mengecek suatu karya yang bekerja secara digital sehingga mengurangi pemakaian kertas.

“Sedangkan Peermark sebagai tahap akhir yang akan menunjukkan hasil pengecekan, yang dimana ditentukan secara bebas bergantung pada keputusan tenaga pendidik,” tambahnya.

Pulung menjelaskan, pemakaian piranti lunak ini cukup instan, yakni hanya membutuhkan beberapa menit untuk mendeteksi berapa persen tingkat orisinalitas suatu karya. Sehingga kinerja dosen atau tenaga pendidik akan lebih efektif.

“Kami ingin lulusan Udinus benar-benar berkualitas dengan menghasilkan tugas akhir yang orisinil, atau bahkan bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga dapat menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, dengan adanya piranti lunak tersebut tidak membuat mahasiswa merasa diawasi atau dibatasi kreativitasnya, namun justru dipacu untuk menciptakan karya yang lebih inovatif. (ans)