Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Subangkit Beber Alasan Pilih PSIS

Subangkit Beber Alasan Pilih PSIS

METROSEMARANG.COM – Subangkit tak butuh waktu lama untuk menyanggupi tawaran memegang kendali tim PSIS Semarang. Target lolos ke Indonesia Super League (ISL) memberi motivasi ekstra pelatih yang pernah meroketkan Persekabpas Pasuruan ini.

Subangkit resmi mengikat kerjasama dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Subangkit resmi mengikat kerjasama dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Subangkit resmi menandatangani kerjasama dengan tim Ibukota Jateng di mes PSIS, Jalan Semeru Dalam, Rabu (30/11) sore. Dia mengaku cukup antusias dengan proyek yang diusung kubu Mahesa Jenar meski harus turun kasta ke Divisi Utama.

“Minggu kemarin saya baru dihubungi Mas Liluk (GM PSIS) lewat telepon. Saat itu saya langsung bilang untuk bertemu di Semarang dan semua prosesnya berjalan lancar,” beber Subangkit.

Sebelumnya, pria asli Pasuruan Jawa Timur ini baru saja menanggalkan jabatan prestisius sebagai pelatih kepala Mitra Kukar yang berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) A per 1 Agustus 2016 silam. Dengan reputasi yang dia miliki, sebenarnya cukup mudah bagi Subangkit untuk mencari klub papan atas sebagai pelabuhan baru.

Tapi, dia justru menerima pinangan PSIS yang musim depan harus berlaga di kompetisi kasta kedua. “Saya suka tim yang punya target jelas. PSIS bagi saya tetap tim besar dan mereka punya sasaran yang jelas yakni lolos ISL,” beber pelatih 56 tahun ini.

PSIS sudah tak asing bagi Subangkit. Saat aktif bermain bersama Persebaya, dia juga kerap berduel langsung dengan penggawa Mahesa Jenar. Begitu juga saat dirinya beralih profesi sebagai pelatih.

Salah satu momen yang selalu diingatnya adalah babak semifinal Liga Indonesia 2006 di Stadion Manahan Solo. Kala itu Subangkit dan Persekabpas harus mengakui keunggulan PSIS sekaligus membuyarkan mimpi menciptakan ‘All Jatim Final’ lawan Persik Kediri.

“Itu menjadi salah satu momen besar dalam karir saya sebagai pelatih. Kami harus melawan tim kandidat juara,” ungkapnya.

Selepas mengorbitkan Persekabpas, pelatih kelahiran 29 November 1960 ini beredar bersama tim-tim papan atas ISL. Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persiwa Wamena hingga Mitra Kukar pernah merasakan polesannya.

Subangkit juga mengungkap visi yang sama dengan kebijakan manajemen Mahesa Jenar yang dalam beberapa musim terakhir gemar mengorbitkan pemain-pemain muda. “Tapi, saya juga butuh pemain-pemain yang punya pengalaman untuk meningkatkan kualitas tim,” ujarnya.

Direktur Kompetisi PSIS, Kairul Anwar menyebut ambisi yang dimiliki Subangkit menjadi salah satu pertimbangan manajemen untuk mencari suksesor Eko Riyadi. Menurutnya, pengalaman Subangkit yang pernah memoles sejumlah tim ISL bakal dibutuhkan PSIS.

“Kompetisi Divisi Utama musim depan akan benar-benar ketat, karena 50 persen tim akan terdegradasi. Ambisi yang dimiliki coach Subangkit kami harapkan bisa membentuk tim yang punya karakter,” tegasnya.

Setelah menunjuk Subangkit, manajemen segera melakukan inventarisasi pemain untuk disodorkan kepada tim pelatih. Harapannya, pada Januari tahun depan, persiapan tim sudah mencapai sekitar 80 persen. (twy)

Tinggalkan Balasan