Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Subangkit Ingin ‘Lokalkan’ PSIS

Subangkit Ingin ‘Lokalkan’ PSIS

METROSEMARANG.COM – Subangkit mulai ancang-ancang untuk membangun pondasi skuat PSIS. Pelatih 56 tahun ini juga berambisi ‘memulangkan’ pemain-pemain asli Semarang dan bergabung bersama tim barunya.

Skuat PSIS saat melakoni babak 16 besar ISC B di Stadion Untung Suropati Pasuruan. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Skuat PSIS saat melakoni babak 16 besar ISC B di Stadion Untung Suropati Pasuruan. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS bakal memulai babak baru usai terdepak dari Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Manajemen resmi menunjuk Subangkit sebagai pelatih kepala menggantikan Eko Riyadi yang sudah tiga tahun terakhir memegang kendali tim Kota Lumpia.

Mantan defender Persebaya Surabaya era 80-an ini dinilai pas untuk membesut PSIS yang ingin memertahankan tradisi memakai jasa pemain-pemain muda. Sebagai langkah awal, Subangkit dan manajemen akan melakukan inventarisasi pemain, termasuk mereka yang membela Mahesa Jenar di turnamen ISC B.

Selain itu, sang juru taktik juga menyimpan hasrat mengajak pemain-pemain asli Semarang yang masih beredar bersama klub lain untuk menjadi bagian tim kota kelahirannya. “Semarang dan Jawa Tengah punya pemain-pemain muda potensial. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajak mereka berrgabung bersama PSIS,” kata Subangkit, usai diperkenalkan di mes PSIS, Rabu (30/11).

Saat ini, beberapa produk asli Semarang cukup sukses berkibar bersama tim-tim Indonesia Super League. Salah satunya adalah mantan anak asuh Subangkit di Mitra Kukar, Septian David Maulana. Begitu juga dengan bek Bali United, Ricky Fajrin.

Sedangkan dari sesama kontestan Divisi Utama, di antaranya Haudi Abdillah yang mengorbit bersama PSCS Cilacap, Syaiful Amar, M Taufik dan Ipan Priyatna di PSGC Ciamis.

Menurut dia, pemain-pemain lokal Semarang akan memiliki spirit ganda saat diberi kesempatan bermain untuk PSIS. Hal itu juga sudah dilakukan kala dirinya meroketkan Persekabpas Pasuruan di Liga Indonesia XII 2006 silam. Saat itu, setidaknya ada tiga pemain lokal Kota Santri yang menjadi pilar tim, yakni Siswanto, Kasan Sholeh dan Heri Ismanto.

Namun, Subangkit juga cukup realistis jika obsesinya untuk ‘melokalkan’ PSIS tak akan berjalan mulus. “Sulit untuk mencomot pemain-pemain dari ISL, apalagi jika mereka juga jadi starter. Tapi, bisa saja kami coba dengan strategi peminjaman pemain,” ujarnya.

Pelatih 56 tahun ini menegaskan bahwa dirinya tak alergi dengan pemain non-Semarang. Dia membuka diri untuk pemain-pemain terbaik yang ingin bekerjasama dengannya di skuat Mahesa Jenar.

“Saya butuh pemain pekerja keras. Siapapun dia, tentunya punya kesempatan untuk bergabung, karena kami ingin membangun tim yang solid dan punya karakter kuat,” bebernya.

Sementara, General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengaku siap memenuhi keinginan pelatih barunya. Dia juga berencana memantau pemain yang berlaga di babak 8 besar ISC B maupun ISC U-21.

“Manajemen akan selalu mendengarkan masukan tim pelatih. Pekan ini kami juga akan memonitor pemain-pemain yang masih berlaga di babak 8 besar ISC untuk proyeksi tim PSIS 2017,” tandasnya.

Babak 8 besar ISC U-21 akan digulirkan di Jepara dan Bali pada 2 Desember besok. Sedangkan ISC B dimulai sepekan kemudian. (twy)

Tinggalkan Balasan