Home > METRO BERITA > Sudah Bayar Rp 100 Ribu, Bakul Rongsokan di Kota Lama Tetap Digusur Satpol PP

Sudah Bayar Rp 100 Ribu, Bakul Rongsokan di Kota Lama Tetap Digusur Satpol PP

METROSEMARANG.COM – Usai digusur Satpol PP pagi tadi, para pedagang rongsokan di Kota Lama Semarang yang bernaung Paguyuban Kepodang, Suari dan Sendowo (KSS), mengeluhkan proses pembayaran distribusi kebersihan yang selama ini memberatkannya.

Satpol PP Kota Semarang menertibkan PKL di Jalan Sendowo Raya, Kota Lama Semarang, Rabu (14/9). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Satpol PP Kota Semarang menertibkan PKL di Jalan Sendowo Raya, Kota Lama Semarang, Rabu (14/9). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Slamet Riyadi, seorang bakul rongsokan bahkan berkali-kali diminta membayar retribusi kebersihan oleh pihak kelurahan setempat.

Menurutnya, petugas Kelurahan Purwodinatan berulang kali meminta uang kebersihan tiap bulan dengan angka yang cukup besar yakni sekitar Rp 100 ribu di tiap lapak.

“Sedangkan Dinas Pasar mintanya malah Rp 5.000. Itu pun tanpa karcis. Petugasnya yang menarik namanya Sukiri,” kata Slamet usai lapaknya dibongkar Satpol PP, Rabu (14/9) siang.

Saat ini, ia iri dengan para pedagang yang kerap berjualan di Taman Srigunting yang selalu luput dari aksi penertiban. Padahal, ia melihat jelas-jelas banyak lapak Srigunting yang memakan bahu jalan di sepanjang jalanan Kota Lama.

“Sini dihancurkan masa’ di sana tidak dihancurkan. Padahal sama-sama dapat surat edaran,” kecamnya.

Ia pun menyayangkan sikap Pemkot yang arogan tatkala menertibkan pedagang. Pasalnya, ia hanya diberi surat edaran tanpa rembugan dengan pedagang. “Intinya dibongkar paksa,” tegasnya.

Sedangkan Lurah Purwodinatan, Sukamto saat dikonfirmasi terpisah membantah telah menariki retribusi tanpa karcis. Ia berdalih, “Enggak ada kayak gitu Mas,” tukasnya. (far)