Home > METRO BERITA > Sudah Jomblo Menahun, Pria Ini Malah Dibui 9 Tahun

Sudah Jomblo Menahun, Pria Ini Malah Dibui 9 Tahun

METROSEMARANG.COM – Sudarno alias Mbah Darno (52) harus menelan ludah dalam-dalam setelah upayanya untuk lolos dari jeratan hukum sia-sia. Pria asal Mijen yang sudah 30 tahun menjomblo itu terbukti mencabuli NK, seorang gadis penyandang disabilitas dan akhirnya divonis hukuman sembilan tahun penjara.

Ilustrasi

Mbah Darno hanya tertunduk lemas tatkala ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, R. Damayanti mengetuk palu, pada Kamis (16/2). Tak hanya itu saja. Mbah Darno juga dikenai denda Rp 800 juta atau diganti dengan tambahan penjara 6 bulan.

“Perbuatan terdakwa yang melakukan hubungan badan dengan korban setelah itu memberikan uang kepada korban merupakan bentuk dari bujuk rayu yang dilakukan terdakwa,” ungkap Damayanti saat berada di muka sidang.

Ia berpendapat Mbah Darno terbukti dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sesuai pasal 81 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ia menuturkan, apa yang telah dilakukan Mbah Darno telah merusak masa depan NK, gadis disabilitas yang diketahui masih dibawah umur. “Terdakwa mencederai norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Usai mendengarkan vonis hakim, Mbah Darno yang mengenakan kopiah putih dan rompi oranye hanya terdiam.

Kuasa hukumnya, Putro Satuhu yang ikut hadir di persidangan menyatakan pikir-pikir. “Kami nyatakan pikir-pikir, yang mulia,” terangnya.

Sebenarnya vonis pengadilan atas kasus pencabulan itu jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa Kejari Semarang dimana sebelumnya meminta hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Mbah Darno maksimal 17 tahun dan denda Rp 800 juta.

Tindakan pencabulan yang dilakukan Mbah Darno itu berawal pada Agustus 2016 silam. Ia nekat memperdaya korban dengan mengiming-imingi uang Rp 10 ribu.

Setelah itu, ia menggagahi korban empat kali. Mbah Darno sudah 30 tahun hidup sendiri lantaran istrinya kabur dengan pria lain. Tetangga korban yang memergoki ulahnya lalu melapor kepada pihak keluarga untuk diseret ke meja hijau. (far)