Home > METRO BERITA > Sugeng Takut Terperosok saat Ambil Air Wudhu di Masjid

Sugeng Takut Terperosok saat Ambil Air Wudhu di Masjid

METROSEMARANG.COM – Sejumlah masjid yang tersebar di penjuru kota Semarang hingga saat ini diketahui belum memiliki akses disabilitas yang memadai. Bahkan, Sugeng Widodo seorang penyandang disabilitas mengaku takut bila ingin mengambil air wudhu di dalam masjid.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Saya takut tongkat yang menopang kaki saya terperosok ke anak tangga di masjid, sehingga saya kira harus ada fasilitas penunjang bagi kaum difabel seperti saya,” kata Sugeng, saat berdiskusi soal implikasi disabilitas dalam acara Warga Ngobrol Bareng Soal HAM (Waroeng HAM) di Gedung LPUBTN, Kawasan Kota Lama Semarang, Rabu (24/1).

Pria yang jadi Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jateng itu juga mengeluhkan beberapa fasilitas umum lainnya yang tidak bersahabat bagi kaum difabel. Salah satunya, menurut dia yakni di sarana transportasi umum Bus Rapid Trans (BRT) Semarang.

Padahal, lanjutnya, menjadi seorang difabel bukan kehendaknya semata. Banyak kaum difabel yang mengalami cacat fisik akibat kecelakaan pada masa lampau. “Dan saya juga mengalami hal tersebut,” ujar Sugeng.

Keluhan serupa juga diungkapkan Purwanti seorang paralegal difabel. Baginya, minimnya akses disabilitas di ruang publik justru merepotkannya tatkala memberikan pendampingan hukum.

“Hambatan terbesarnya adalah saat saya mendampingi teman-teman difabel yang tidak pernah mendapat tenaga pendamping bahasa isyarat, lalu bagaimana mereka bisa membela diri,” cetusnya.

Karena itulah, ia meminta kepada Pemkot Semarang untuk memperbaiki fasilitas publik agar ramah bagi kaum difabel. Tommy Yarmawan Said, Kepala Dinsos Kota Semarang saat dikonfirmasi secara terpisah, berjanji akan menyampaikan segala hal keluhan itu kepada Wali Kota Hendrar Prihadi. (far)