Home > METRO BERITA > Sukses Kembangkan IKM, Wali Kota Semarang Masuk Nominator Upakarti

Sukses Kembangkan IKM, Wali Kota Semarang Masuk Nominator Upakarti

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi jadi nominator Upakarti kategori Jasa Kepedulian. Ia dinilai aktif menetapkan kebijakan yang menumbuhkan iklim usaha kondusif, membuka peluang usaha, dan memberikan kemudahan bagi pengembangan IKM (industri kecil menengah).

Wali Kota Hendi memberikan pemaparan di depan dewan juri di Gedung Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (14/6). Foto: istimewa

Dia telah memberikan pemaparan di depan dewan juri di Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu (14/6). Penghargaan Upakarti yang diberikan pemerintah setiap tahun ini untuk mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dalam jasa dan kepeloporan memajukan industri kecil dan kerajinan.

Dalam paparan, kata wali kota Hendi, sapaannya, ia telah menyampaikan konsep program SMART sebagai upaya memajukan IKM Kota Semarang. Kota Semarang memiliki 3.497 IKM atau 95% dari total 3.675 pelaku usaha yang ada. Jumlah yang cukup besar ini diimbangi penganggaran dan kebijakan.

”Dari total APBD Kota Semarang, dialokasikan anggaran sebesar 8.20% atau sekitar Rp 3 miliar. Kerjasama empat pilar pemerintah, akademisi, pelaku industri dan perusahaan. Sehingga konsep SMART semakin matang dalam mengembangkan IKM Kota Semarang,” katanya, Kamis (15/6)

SMART yang kepanjangan dari stimulating, marketing, adjusting, raising dan training, menurutnya terbukti cukup efektif mengembangkan IKM. Hasilnya Kota Semarang memiliki Semarang Digital Kreatif (SDK), program promosi online di dalam maupun luar negeri, memiliki Semarang Kreatif Galeri.

Selain itu, memiliki payung hukum pembentukan klaster IKM serta kredit dengan bunga terrendah se-Indonesia yakni 3%, melalui kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Juwara). ”Secara rutin juga dilakukan training teknik design, packaging, sertifikasi, standarisasi, manajemen usaha bagi para pelaku IKM,” terangnya.

Pemkot juga terus mengembangkan sarana prasarana pendukung, infrastruktur serta iklim usaha yang kondusif. Hasilnya, ada kemajuan IKM disertai dengan tingkat serapan tenaga kerja yang meningkat tajam yakni 29.770 tenaga kerja. (duh)

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link