Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Sumur Berbau, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih

Sumur Berbau, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga Desa Wonosari Kendal terpaksa harus membeli air bersih dan mengandalkan bantuan. Pasalnya sumur mereka mulai mengering dan airnya bau, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Bantuan air bersih untuk warga Wonosari Kendal. Foto: metrojateng.com

Bantuan air bersih selalu dinanti karena sudah lebih dari dua bulan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap kali ada droping air bersih, warga antusias dengan mengantre jerigen di depan rumahnya.

Warga mengaku air dari sumur mulai mengering dan berbau, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Warga hanya memanfaatkan air sumur untuk keperluan mandi dan mencuci saja.

“Untuk kebutuhan memasak dan minum warga terpaksa membeli air dari sumur milik desa yang berada jauh dari rumah,” ujar Nur Faizah warga setempat.

Dikatakan, setiap dua hari sekali warga mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk membeli air bersih. Diakui bantuan air bersih sangat membantu sehingga warga tidak perlu bolak-balik mengambil dan membeli air bersih.

Krisis air bersih di Desa Wonosari ini mengundang simpati Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati)  Jawa Tengah. Kamis (28/9) pagi mengirimkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki berkapasitas 8.000 liter.

Ketua Apjati Jateng, Endro Dwi Cahyono mengatakan bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kekurangan air bersih.

“Ini adalah kepedulian kami karena Kendal sebagai penyuplai tenaga kerja nomor dua terbanyak di Jawa Tengah perlu diperhatikan oleh pengusaha jasa tenaga kerja,” jelasnya. (metrojateng.com/MJ-01)